Prime banner

MADIUN – Sejak penayangan artikel berita tentang pengaduan Iis melalui sambungan telpon ke KJRI Hong Kong, namun tidak terlayani dengan semestinya, bahkan malah diabaikan hingga Iis harus ditahan bukan karena kesalahan, hingga saat ini belum ada penjelasan yang diberikan oleh KJRI Hong Kong, bagaimana hal itu bisa terjadi serta siapa sebenarnya “bapak” yang dimaksud oleh Iis.

Apakabar berusaha menghubungi KJRI melalui sambungan telpon di dua nomor telpon hingga 8 kali, namun tidak berhasil tersambung. Pertanyaan yang disampaikan Apakabaronline.com melalui inbok official facebook KJRI Hong Kong serta melalui email resmi KJRI Hong Kong juga belum memperoleh balasan, selain balasan dari sistem auto reply.

Majikan Lansia Berulah, Semalaman Iis Diinterograsi Polisi, Nelpon KJRI Hong Kong Malah Disalahkan

Nur Cahyono, seorang aktifis NGO pemerhati buruh migran di Jawa Timur sangat menyayangkan kejadian ini. Kepada awak media, Nur meyakini, Iis hanyalah satu dari sekian banyak nama yang mengalami nasib serupa saat sebagai WNI membutuhkan perlindungan, namun terabaikan.

Keluhan sulitnya berkomunikasi dengan KJRI Hong Kong , juga dia rasakan. Sebagai aktifis NGO Pemerhati buruh migran, Nur mengaku sering mendampingi keluarga buruh migran yang bermasalah. Kehilangan kontak dengan anggota keluarganya yang bekerja di Hong Kong misalnya.

“Setiap ada TKW Hong Kong hilang, saya belum pernah berhasil menghubungkan keluarga TKW dengan KJRI Hong Kong melalui sambungan telpon. Akhirnya, jika ada TKW Hong Kong hilang, saya lebih memilih jalur media sosial untuk membantu keluarga mencari ketimbang menghubungi KJRI Hong Kong. “ terang Nur Cahyono di depan awak media.

“Saya yakin, tidak seluruh orang di KJRI Hong Kong itu kinerjanya buruk. Tapi kejadian seperti ini bukti kalau di KJRI Hong Kong ada orang-orang yang kinerjanya buruk”  pungkas Nur. [Asa]

 

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner