Prime banner

ApakabarOnline.com – 40 tahun bekerja menjadi domestic worker bukan waktu yang singkat. Terlebih lagi, jika selama itu sama sekali tidak pernah sekalipun menengok kampung halamannya baik secara dzahir maupun secara virtual melalui perangkat komunikasi. Hal ini terjadi pada seorang pekerja migran asal Jember yang selama 40 tahun bekerja di Arab Saudi.

Pekerja migran yang disebut bernama Kiptiyah Jumanah mengaku masih menyimpan alamat asalnya di jember yakni Desa Paleran RT 10 RW 3, Kecamatan Umbulsari, Jember, Jawa Timur. Namun dia tidak bisa mengingat lagi siapa nama anak-anaknya, siapa nama kerrabat dan tetangga di desa asalnya.

Kabar tentang kondisi Kiptiyah, kali pertama diunggah oleh rekan kerja satu majikan dengannya melalui akun facebook Anindia. Dalam unggahan di laman facebooknya, Anindia meminta tolong kepada warganet siapa tahu ada yang mengenali dan bisa membantu mempertemukan Kiptiyah dengan keluarga atau anaknya.

Anindia membagikan foto wanita bernama Kiptiyah Jumanah itu di grup Komunitas Kabar Madura, Jumat (9/03) kemarin.  Anindia menanyakan anggota grup, apakah ada yang mengenal wanita itu. Kiptiyah sudah bekerja di Riyadh selama 40 tahun. Ia lupa nama anaknya, tetapi masih mengingat nama kampungnya.

 

Assalamualaaikum

Mungkin ada yg kenal sama ibu ini dia asli orang Jember namanya Kiptiyah Jumanah… tapi mungkin di grup ini ada sanak saudara yg dari Jember tolong di share biar keluarganya tau ..dia udah bekerja di Riyad Saudi Arabia kurang lebih nya 40 tahun tapi dia gak ada kabar dari keluarganya sama sekali mjikannya juga gak ngasih gaji dan tak mau di pulangin, atau ada yg punya nomer kantor kedutaan Indonesia tolong informasinya,” tulis Anindia.

Wanita malang itu juga dikabarkan sudah tak dapat bekerja, karena usianya yang sudah tua.Namun saat hendak pulang, dia bingung mau pulang kemana dan kepada siapa.

“Dia masih nyimpen alamat rumahnya tapi dia lupa nama anaknya,” ungkap Anindia.

Banyak warganet yang tiba-tiba mempertanyakan, bagaimana bisa sampai 40 tahun bekerja di luar negeri hingga lupa anak dan keluarganya, ada pula yang menduga, selama 40 tahun tersebut Kiptiyah tidak pernah berkomunikasi dengan anak dan kerabatnya, dan tidak pernah pula mengirim uang.

Beruntung, dalam jeda waktu sekitar 24 jam usai informasi tersebut disebarkan, sebuah keluarga di Jember mengenali dan berhasil berkomunikasi dengan Kiptiyah. Kini, Kiptiyah sedang berada di KBRI Jeddah untuk mempersiapkan kepulangannya ke kampung halaman. Yuk kita ambil pelajaran dari yang dialami Kiptiyah Jumanah. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner