Prime banner

HONG KONG – Semakin banyaknya temuan, pekerja rumah tangga asing di Hong Kong terjangkit virus campak membuat kekhawatiran otoritas Kesehatan Hong kong kian tinggi. Pasalnya, sebagai pekerja rumah tangga, tentu mayoritas aktifitas dan mobilitas PRT asing lebih banyak berada di dalam rumah majikannya, berinteraksi dengan anak-anak majikan, berinteraksi dengan para lansia.

Kekhawatiran Otoritas Hong Kong ini bukan tanpa alasan, kasus ditemukannya keluarga majikan terlular virus campak dari PRT asing, menjadi alasan, mengapa Otoritas Hong Kong mengeluarkan gagasan untuk mewajibkan calon PRT yang akan berangkat ke Hong Kong telah divaksinasi terlebih dahulu di negara asal mereka.

Hong Kong Economic Times memberitakan, otoritas Hong Kong mengetahui titik kerawanan pengebaran virus tersebut saat melihat data lebih dari 350 ribu PRT asing berasal dari dua negara yang kurang memperhjatikan vaksinasi, yaitu Indonesia dan Filipina. Lebih dari 10% dari jumlah PRT Asing Di Hong Kong diketahui terinfeksi campak.

Sedangkan di Hong Kong, 90% yang divaksinasi hanyalah warga Hong Kong saja. Pekerja rumah tangga asing yang telah berada dan bekerja di Hong Kong sangat sedikit sekali yang melakukan vaksinasi, kecuali saat telah ditemukan mereka terinfeksi virus.

Maraknya pemberitaan akan virus Rubela di Hong Kong baru-baru ini membuat otoritas Hong Kong gencar melakukan vaksinasi MMR kepada warganya. Diluar dugaan, meskipun telah mayoritas warga menerima vaksinasi, keberadaan PRT Asing yang sangat dekat dengan keluarga Hong Kong nyaris luput dari perhatian program tersebut. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner