Prime banner

ApakabarOnline.com – Saat dihadapkan pada kondisi antara hidup dan mati, resiko apapun biasanya akan diambil oleh seseorang dalam upaya menyelamatkan dari kematian. Terlebih lagi, jika resiko tersebut dihadapi oleh orang tuanya sendiri. Namun jika cara yang ditempuh salah, konsekwensi hukum harus dihadapi sebagai akibat dari kesalahan memilih cara.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Shirely Martirez (38), seorang PRT asing yang bekerja pada majikan bernama Ms Tan. Saat mendapat kabar bapaknya dalam kondisi sakit keras, dan biaya tinggi diperlukan untuk membayar pengobatannya, Shirelypun berpikir keras menemukan jalan keluarnya.

Gaji dia sebagai PRT di Singapura, tentu nilainya tidak cukup untuk melunasi tagihan pengobatan bapaknya. Meminjam pada rentenir, jika jumlahnya ratusan juta, terbayang berapa besar bunga yang harus dia sangga, belum lagi berapa lama dia mampu menyelesaikan cicilannya.

Dalam kebuntuan tersebutlah, Shirely akhirnya nekat mencuri perhiasan majikannya pada 25 April kemarin berupa Liontin, jam branded mewah, cincin berikut permatanya, serta kalung. Total nilai dari barang majikan yang dia curi sebesar Rp. 170-an juta rupiah. Seluruh perhiasan tersebut dia jual, dan seluruh uangnya dia kirim ke kampung halamannya di Filipina.

Diberitakan oleh Lian Bo, Perbuatan Shyrely terbongkar, saat tanggal 3 Mei kemarin majikan sedang memeriksa perhiasannya. Dia mendapati, hampir separo koleksinya hilang. Ms Tan pun melaporkan kejadian tersebut pada Polisi.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Shirely lah pelakunya.

Setelah dihadapkan ke pengadilan pada Selasa (12/06/2018) kemarin, hakim menghukum Shirely hukuman penjara selama 7 tahun lamanya. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner