Prime banner

ApakabarOnline.com – Selebrasi Hari raya Idul Fitri, bukan sekedar bergembira, bersalam-salaman, bertukar bingkisan serta berkumpul bersama-sama untuk saling memaafkan. Bagian penting yang sakral dalam rangkaian celebrasi Hari Raya Idul Fitri adalah pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Namun, bagaimana rasanya jika majikan yang memperkerjakan seorang PMI tidak mengijinkan untuk mengikuti ibadah tahunan Sholat Idul Fitri ? Tentu sedih dan kecewa.

Dalam pantauan ApakabarOnline.com, hal ini ternyata terjadi di beberapa negara penempatan, seperti Hong Kong, Makau, Taiwan, serta Singapura. Ada beberapa PMI yang mengungkapkannya melalui laman sosial media mereka, kesedihan mereka saat majikan tidak mengijinkan untuk mengikuti pelaksanaan Sholat Id yang hanya setahun sekali dan memerlukan waktu antara 2-3 jam saja.

Daftar Imam, Khatib Serta Lokasi Sholat ID Di Hong Kong

Di Hong Kong, ApakabarOnline.com menemukan 4 PMI yang mengaku tidak diijinkan majikannya untuk mengikuti pelaksanaan Sholat Id tanggal 15 Juni esok. Di Singapura, terpantau ada 2 PMI yang menangis sedih di laman sosial media mereka, saat majikan menolak surat ijin yang dikeluarkan oleh KBRI Singapura. Di Taiwan, ada 3 PMI yang mengaku dilarang majikannya untuk mengikuti Sholat Id.

“Jangankan ikut Sholat Id, Sholat 5 waktu saja saya dilarang, saya melakukannya sembunyi – sembunyi” tutur Rizquna, PMI Taiwan melalui halaman sosial medianya.

Kebahagiaan Idul Fitri di perantauan, memang tidak seindah di kampung halaman. Karena itu, bersyukurlah bagi yang memiliki kesempatan dan keleluasaan melaksanakan Celebrasi Idul Fitri di perantauan. []

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner