Prime banner

Surabaya – Bumi pertiwi kembali menitikkan air mata, saat sesosok perempuan yang nyaris terlupakan oleh generasi penerus bangsa ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ini (31/08) 2016 di Jakarta. Beliau adalaah Hj. Sulistina Sutomo istri pahlawan nasional Bung Tomo perempuan kelahiran Malang 25 Oktober  1925.

Karir dan perjuangan Bung Tomo untuk negeri ini, tidak bisa dilepaskan dengan peran almarhumah sebagai istri. Saat keduanya masih hidup, pasangan yang sama-sama pernah membesarkan Masyumi ini mampu bersinergi menggelorakan perlawanan terhadap ancaman kolonialisasi usai proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.

Almarhumah yang mengalami kehidupan di empat era bersejarah (era penjajahan, era orde lama, orde baru dan reformasi) memiliki banyak cerita hidup. Kesetiaan dan dukungan sepenuhnya almarhumah kepada perjuangan Bung Tomo, sangat mempengaruhi ketegaran Bung Tomo dalam menghadapi berbagai situasi. Mulai dari saat situasi konflik bersenjata melawan asing yang kemudian terkenal dengan pertempuran 10 November, hingga masa-masa sulit dimana rezim orde baru mencampakkan Bung Tomo ke dalam penjara pada tahun 1977-1978.

Sepeninggal Bung Tomo (1981), almarhumah lebih banyak meluangkan waktunya untuk mendokumentasikan gelora perjuangan melalui tulisan. Beberapa buku telah beliau hasilkan. Forum diskusi dan seminar, berebut mengundang almarhumah untuk menyampaikan ilmu dan pengalamannya.

Informasi yang didapat Apakabaronline.com dari sumber di Surabaya, almarhumah akan dimakamkan di Ngagel Surabaya disisi makam almarhum Bung Tomo. Selamat jalan Nyonya Pahlawan, bukan saja arek Suroboyo dan Arema yang kehilanganmu, tapi seantero negeri ini ikut menangis pilu. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner