Prime banner

Adalah SA, PMI asal Indramayu harus menelan kerugian kehilangan pekerjaan dan sejumlah uang lantaran ditipu oleh seorang WNI berstatus “paperan” di Hong Kong. WNI berstatus paperan yang diketahui bernama Nurizah, sesuai dengan yang tercantum di identitas pemegang paper tersebut memiliki nama asli Tarni, sesuai dengan identitas dia di kampung halamannya RT 01 RW 01 desa/kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Ihwal dari peristiwa ini, seperti yang dituturkan SA kepada reporter Apakabaronline.com (14/11), terjadi pada pertengahan tahun ini. Saat itu, SA yang baru pertama kali bekerja di Hong Kong bermaksud hendak mengurus perpanjangan kontrak kerjanya dia. Disela-sela urusan perpanjangan kontrak, SA yang tidak pernah libur ini, bersantai-santai duduk di salah satu sudut taman Causeway Bay Hong Kong. Saat itulah SA bertemu dengan Nurizah alias Tarni.

Setelah berkenalan dan berbasa basi, Nurizah alias Tarni melancarkan bujuk rayunya kepada SA untuk menjadi paperan seperti dirinya. Kepada SA, Nurizah alias Tarni menyatakan bahwa berstatus paperan itu enak, mudah serta bebas mencari uang. Nurizah menawarkan kepada SA sebuah job di restoran dengan basic salary sebesar HKD 16.000 setiap bulan. Akhirnya, SA terpengaruh bujuk rayu Nurizah alias Tarni. Untuk bekerja di restoran, Nurizah alias Tarni mengatakan harus menandatangani kontrak kerja selama 6 tahun sekaligus dengan biaya sebesar HKD 47.000.

Aksi Nurizah perempuan yang telah memiliki satu anak dan satu cucu ini sempat nyaris gagal saat SA mendengar uang sejumlah HDK 47.000 tersebut. Menyadari calon korbannya akan lepas, Nurizah melakukan tawar nemawar dengan SA mengenai besaran yang harus dikeluarkan.

Sebagaimana telah mereka berdua sepakati, SA menyerahkan uang sebesar HKD 10.000 kepada Nurizah alias Tarni yang katanya untuk biaya pengurusan Visa. Kemudian, oleh Nurizah alias Tarni, SA disarankan untuk segera pulang ke kampung halaman karena visa akan dikirim ke alamat sesuai dengan pasportnya. Nurizah alias Tarni mengatakan kepada SA, visa akan segera sampai. Namun setelah ditunggu sekian lama, tak juga ada kiriman visa yang datang ke rumahnya.

Beberapa nomer dan kontak akun media sosial milik Nurizah alias Tarni sudah tidak bisa lagi dihubungi oleh SA. SA sempat menanyakan visa untuk dirinya seperti yang dijanjikan oleh Nurizah ke imigrasi dan KJRI Hong Kong, namun jawabannya tidak ada visa seperti yang dia tanyakan.

Menyadari ada yang aneh, SA kemudian berusaha mencari informasi perihal visa dan menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sebuah organisasi buruh migran yang memiliki cabang di Indramayu. Oleh staf organisasi tersebut, SA diberi penjelasan seputar kasus yang menimpanya dan dipastikan bahwa SA telah ditipu. Saat SA meminta bantuan untuk menyelesaikannya, organisasi tersebut mengaku mentok tidak bisa berbuat apa-apa.

Melalui Apakabaronline.com, SA menitipkan pesan kepada seluruh PMI di Hong Kong khususnya, agar peristiwa yang menimpanya jangan sampai menimpa yang lainnya. Selanjutnya, SA meminta kepada siapa saja untuk waspada kepada orang seperti Nurizah alias Tarni yang telah menipunya. Sebab, setelah memahami bagaimana kondisi dan kehidupan WNI paperan di Hong Kong, SA meyakini sangat terbuka kemungkinan ada Nurizah-Nurizah atau Tarni-Tarni lain yang bergentayangan mencari mangsa karena kepepet keuangan.

Saat ini, SA sedang mengumpulkan amunisi untuk menyelesaikan kasus ini dijalur hukum. Lantaran kejadian serta pelaku berada di wilayah hukum Hong Kong, maka kasus ini akan diselesaikan menurut hukum di Hong Kong. [AA Syifa’i SA]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner