Prime banner

MEDAN  – Tak betah di penampungan calon PMI, 2 wanita asal Kabupaten Indramayu, milih kabur dan akhirnya berada di Polsek Percut Sei Tuan, Medan Sumatera Utara, Sabtu (19/8) jam 20.00 wib. Kedua wanita tersebut mengaku bernama, Aweng (38) warga Kampung Tugu, Kecamatan Laleak, Kabupaten Indramayu dan Amiah (35) warga Desa Kamplong, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indra Mayu, Jawa Barat. Mereka berhasil tiba di Polsek Percut, setelah melompat dari jendela lantai dua rumah agen di kawasan Tembung.

“Kami naik becak, lalu nyambung naik angkot baru bisa ke sini (Polsek Percut Sei Tuan). Maksud kami mau minta bantuan dan pertolongan, lantaran kami tak tahan di rumah penampungan itu,” ungkap, Amiah, kepada wartawan di Polsek Percut Sei Tuan.

Keduanya mengaku sudah 11 hari berada di Medan semenjak diajak agen dan sponsor bernama, pak Toni. Mirisnya, janji akan dipekerjakan sebai asisten rumah tangga di negri jiran, tak kunjung terealisasi. Mereka tak diperbolehkan keluar rumah.

“Kami seperti disekap. Pernah kami tak dikasih makan seharian, namun ketika hendak membeli nasi ke luar rumah, kami dilarang. Kami tak tahan, makanya kami milih kabur. Sebagian kawan kami pun juga sudah kabur,” timpal, Aweng.

Mereka bersedia ikut karena iming-iming akan dipekerjakan di Malaysia dengan upah per bulan Rp 4 juta dengan potongan 3 bulan gaji untuk agen ataupun sponsor yang merekrut. Namun, setelah mengetahui keborokan penyaluran PMI yang dianggapnya ilegal tersebut, kedua wanita yang logat jawanya masih sangat kental, memberanikan diri untuk kabur.

“Kami dijemput dari rumah naik pesawat, dari Jakarta, Pondok Gede. Dari situ kami berangkat lagi naik pesawat turun di Kuala Namu baru nantinya mereka menjanjikan akan diterbangkan ke Malaysia untuk dipekerjakan,” sambungnya.

Bahkan menurutnya, salah seorang teman mereka yang berencana ikut kabur, terpaksa tertinggal di rumah sang agen di kawasan Tembung yang tak begitu jelas diketahui alamatnya.

“Tadinya kami bertiga dengan teman kami. Tapi teman kami yang bernama, Daskunik ketinggalan karen tak bisa lari disebabkan kakinya sakit. Kami kasihan juga makanya kami minta pertolongan sama polisi,” ungkapnya.

Hingga menjelang malam hari, kedua PMI gagal pergi ini terlihat masih terdampar di Polsek Percut Sei Tuan, berharap bantuan polisi dan orang mau membantunya agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

“Kami cuma mau pulang ke rumah, tapi kami udah gak punya uang dan ongkos pulang,” harap keduanya sembari menerima sumbangan makanan dari para dermawan yang iba mendengar kisah keduanya lantaran belum makan dari pagi. [Asa/Vin]

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner