Prime banner

SUMUT – Pemberitaan di media masa tentang kondisii Masdalifa (36), eks PMI malaysia yang mengalami depresi dan dipasung selama tiga tahun terakhir, membuahkan hasil. Publikasi tersebut sampai ke telinga DPRD Kota Padangsidempuan yang kemudian bergerak merangkul Masdalifa.

Kini, Warga Desa Perdamean, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara bisa menggerakkan kaki dan raganya dengan bebas setelah lepas dari jerat pemasungan.

 

Baca : [Derita Masdalifa : Pulang Dari Luar Negeri, Sampai Kampung Begini Kondisinya ]

 

Anggota DPPRD yang tidak mau disebut jatidirinya tersebut akan menangani kasus Masdalifa sampai tuntas. Bukan hanya pengobatannya saja, melainkan penelusuran jejak kronologi peristiwa yang menurutnya sangat terbuka kemungkinan telah terjadi tindak pidana.

“Sementara, kita urus dulu proses pengobatannya. Saya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait agar Masdalifa dimudahkan dan dipercepat sehingga bisa segera mendapat fasilitas pengobatan yang layak. Kesehatan itu hak warga negara, jika kondisi Masdalifa terus begini, ada hak asasi dia yang telah dilanggar. Negara harus hadir disini” tegas politisi yang enggan disebut namanya.

“Masdalifa hari ini (27/08) harus dibawa keluar dari rumah pemasungan ini. Dia harus dibawa ke tempat yang layak. Untuk sementara sambil menunggu proses pengobatan, Masdalifa biar tinggal dan dirawat di Panti Sosial duulu. “ imbuhnya.

Masdalifa merupakan potret satu dari sekian banyak PMI yang mengalami hal serupa. Jika dekat dengan akses struktural, biasanya akan mudah mencari pertolongan, namun jika jauh dari akses struktural, tak jarang, seperti yang dialami Masdalifa adalah sattu-satunya pilihan sebagai jalan keluar. [Asa/MOT]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner