Prime banner

PONOROGO – 30 orang nasabah secara bersama-sama mengadukan Koperasi MAS Ponorogo ke Sentra Pelayanan Terpadu Mapolres Ponorogo pada Jumat (22/09) siang kemarin. 30 nasabah tersebut mengaku telah menabung sejumlah uang dari yang nilainya belasan juta rupiah hingga diiatas 100 juta rupiah pada Koperasi Menuju Anggota Sejahtera (MAS) sejak beberapa tahun yang lalu.

Mereka mengadu ke Polres Ponorogo lantaran uang mereka tidak bisa diambil. Penuturan salah seorang pelapor, macetnya dana tabungan mereka ini terjadi sejak dua tahun yang lalu. 30 pelapor mengaku saat akan mengambil uang tabungannya untuk kebutuhan mereka, petugas koperasi tidak bisa memenuhi permintaan mereka dengan alasan tidak ada uang yang bisa dibayarkan.

Setelah menelusuri lebih jauh, ternyata mayoritas nasabah di Koperasi MAS tersebut berlatar keluarga BMI. Sebagian nya lagi berlatar warga yang buta huruf. Marketing Koperasi MAS pada beberapa tahun yang lalu gencar sekali mendekati keluarga BMI sebab dimata mereka keluarga BMI pasti memiliki banyak uang yang bisa ditabung di Koperasi tersebut.

Korban Mezzo Disarankan Menggugat Berjamaah

Sampai saat berita ini diturunkan, suasana di kantor Koperasi MAS cabang Walikukun Sukorejo dalam kondisi sepi tidak ada aktifitas. Warga sekitar menuturkan, kantor tersebut sudah beberapa bulan sepi sebaab sering digerudug masa nasabah.

Selain 30 orang nasabah yang secara bersama-sama melaporkan masalah ini, informasi yang berhasil dihimpun Apakabaronline.com menyebutkan koperasi MAS ini memiliki ribuan nasabah.

Melihat profil lembaganya, Koperasi Mas didirikan pada tahun 2001 dengan susunanpengurus, Ketua Drs. Munawar,SH.MM , sekretaris Siswo Saputro , Bendahara Nursuyanti,SH , Pembantu Umum Epna susanti,AMK ,Pengawas Drs.Sardji,MM & H.Abdullah Manager Edy Purwanto,SE

Sedangkan Jenis Usaha yang dimiliki Koperasi MAS adalah  Simpan Pinjam, Tour And Travel, Mas Jaya Motor, Mas Terop, AKBID Harapan Mulya.

Mulyanto, salah satu mantan BMI Korea yang uangnya ikut kandas di koperasi MAS atas nama ibunya menyatakan, melihat dinamikanya, Koperasi ini sedang mengalami kebangkrutan. Manajemen tidak profesional, sehingga berimbas pada kesehaatan finansial.

 

“Seluruh usaha yang dimiliki Koperasi MAS kan modallnya dari uang tabungan nasabah. Sedangkan usaha yang dimiliki, termasuk jenis usaha yang beresiko besar jika tidak dikelola dengan baik. Akpernya macet, Travelnya masih jalan, tapi gak tahu bagaimana kesehatan keuangannya” terang Mulyanto kepada Apakabaronline.com hari ini.

Mulyanto berpesan, kepada warga Ponorogo yang menjadi BMI, agar jangan mudah t

Goro-Goro Kampung Segoro

ergiur dengan tawaran investasi berbunga tinggi. Sebab, menurut dia, sesuatu yang terlihat manis, biaanya akan pahit dibelakang.

“Kalo investasi atau nabung yang wajar-wajar saja. Jangan di tempat yang tidak wajar. Kejadian ini contohnya. Mereka mengincar keluarga TKI dan orang minim wawasan untuk dijadikan nasabah” pungkas Mulyanto.

OJKK dan BI sebagai otoritas yang memiliki kekuatan hukum dalam kebijakan moneter di Indonesia sering mengingatkan masyarakat untuk menabung di Bank yang dijamin oleh LPS (lembaga Penjamin Simpanan). Sebab, jaminan yang diberikan oleh LPS ini merupakan sistem pengaman keuangan nasabah. Jika tterjadi resiko kebangkrutan, maka uang nasabah akan dijamin pencairannya. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner