Prime banner

PONTIANAK – Sebanyak 46 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang tengah mengerjakan bangunan di tepian Sungai Kapuas di lokasi perusahaan semen PT Conch di Desa Wajok, KM 14, Kabupaten Mempawah diamankan Direktorat Pol Air Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Senin 2 Oktober.

Dikutip dari okezone.com, sebagaimana pada kejadian sebelumnya, para TKA ini diamankan karena diduga tidak memiliki dokumen resmi terkait keberadaannya di Kalbar maupun dokumen mengenai kerja.

Direktur Pol Air Polda Kalbar, Kombes Pol Fauzi Rasaf menjelaskan, penemuan ini berawal saat anggotanya melakukan patroli menyisir sepanjang Sungai Kapuas.

“Pada saat ditanya oleh anggota Dit Pol Air Polda Kalbar para pekerja asal China itu tidak dapat menjawab. Lalu kita kumpulkan TKA itu,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Senin malam.

Hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui para TKA ini diperkerjakan oleh PT Conch. “Anggota sudah meminta PT Conch yang mempekerjakan untuk menunjukan dokumen Keimigrasian,” kata Fauzi.

Pengakuan pihak PT Conch kepada petugas, hanya tujuh TKA yang memiliki dokumen Keimigrasian. Selebihnya masih dalam proses. Itupun tidak semuanya dipekerjakan oleh PT Conch.

“Para TKA ini kemudian dibawa ke Mako Pol Air untuk diamankan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Fauzi.

Dari hasil pemeriksaan sementara lima orang telah memiliki dokumen Keimigrasian lengkap terkait WNA dan TKA. Sedangkan 41 masih dalam tahapan kepengurusan dokumen. Dari semua WNA Tiongkok ini, dua diantaranya perempuan.

Lanjut Fauzi menjelaskan, berdasarkan keterangan Davis selaku kontraktor PT Conch, bahwa pihaknya hanya menggunakan jasa dua orang TKA saja memiliki dokumen Keimigrasian yang sah. Namun dalam pembangunan tersebut juga melibatkan dua perusahaan kontraktor lainnya yakni PT Kian dan PT Port Engineering. Dua perusahaan ini menurut Davis juga membawa TKA lainnya.

Pada saat pengamanan yang melibatkan Dit Intelkam Polda Kalbar dan Polres Mempawah ini, kata Fauzi, ada beberapa dari TKA yang melarikan diri. Beruntung semuanya dapat diamankan.

“Kami masih lakukan interogasi dan temuan ini akan didalami Dit Intelkam Polda Kalbar selaku pembina tehnis intelejen dan pengawasan orang asing,” pungkas Fauzi. [Asa/kha]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner