Prime banner

MONG KOK – Pemberitaan adanya polisi gadungan yang memperdaya pekerja migran perempuan di Hong Kong untuk dieksploitasi secara seksusl dan materi beberapa hari yang lalu, mampu mendorong korban lainnya untuk melaporkan kasusnya.

3 Pekerja Asing Perempuan, Dirampok dan Diperkosa Polisi Gadungan

Dilansir dari Oriental Group, Pelaku yang disebut berinisial M (25 tahun) seorang pekerja asing di Hong Kong, pada beberapa hari yang lalu ditangkap polisi setelah ada laporan dari 3 orang perempuan migran yang menjadi korban pemerkosaan dan perampasan barang. Pernyataan Polisi kepada media tentang adanya korban yang belum melapor, dipersilahkan untuk melapor, rupanya menjadi motivasi bagi 7 korban lainnya yang menyusul membuat laporan.

Sama seperti 3 pelapor sebelumnya, 7 pelapor terakhir seluruhnya berlatar pekerja migran perempuan di Hong Kong. Poiolisi menyebut, 7 korban ini berusia antara 25 tahun hingga 41 tahun. Dua dari tujuh korban tersebut mengaku dipaksa untuk melakukan anal seks (sodomi) lantaran pelaku menyebut tidak bisa menikmati lagi hubungan seks konvensional melalui organ intim korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketujuh pelaku disamping menderita kerugian secara seksual, mereka juga menderita kerugian materi, setelah barang berharga dan uang mereka dirampas paksa.

Polisi meyakini, masih ada korban lainnya selain 10 orang yang telah melapor ini. Polisi menganggap hal ini sebagai kejahatan serius yang harus segera dan tuntas ditangani.  [Asa/Oriental]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner