Prime banner

WAN CHAI – Kayla, salah seorang Citizen Journalist Apakabaronline.com di Hong Kong,  tengah malam tadi (03/10) mengirimkan beberapa foto dan rekaman suara yang isinya cukup mencengangkan. Kayla yang setiap hari karena tugasnya mengurusi antar jemput majikannya yang menjalani terapi stroke, seringkali harus melewati kawasan yang berdekatan dengan denyut “ajib-ajib” alias kawasan hiburan malam di Wan Chai.

Sekira jam 9 malam, saat dia akan menjemput majikannya di tempat terapi, Kayla menemukan sesosok perempuan yang dia duga sebagai BMI dalam kondisi duduk di trotoar dan beberapa kali tergeletak, kemudian bangun dan duduk lagi. Menggunakan sepatu high heel berwarna merah berpadu dengan gaun sexy berwarna hitam, saat didekati, perempuan yang diduga BMI tersebut, benar-benar BMI.

Melihat penampakan didepannya, Kayla merasa kasihan dan prihatin dengan kondisi BMI tersebut. Merasa memiliki waktu yang agak longgar, Kayla menyempatkan diri menyapa dan bermaksud menolong jika memang memerlukan pertolongan. Dialogpun antara Kayla dengan BMI tersebut. Dengan dibantu oleh anak majikannya, Kayla kemudian berhasil merekam percakapan dan mendapatkan beberapa gambar yang dikirimkan ke Apakabaronline.com

Dalam percakapan tersebut, saat BMI yang berinisial T, ditanya ada masalah apa dan kenapa oleh Kayla, jawabannya bisa ditebak, BMI tersebut sedang patah hati. Namun, kalimat demi kalimagt yang mengalir polos apa adanya dari lisannya, membuat Kayla terkejut.

Kepada Kayla, perempuan tersebut mengaku sedang kecewa berat, akibat ulah seorang bule yang telah mem-PHP dia, membawa uangnya, bahkan berkali-kali mengencani T, namun, malam itu, dengan mata kepala sendiri, T melihat bule yang menjadi harapannya, berpelukan mesra dalam iringan sebuah irama di sebuah diskotik tak jauh dari tempat T ditemukan Kayla.

“Ancen Nd****ki bule kere iko. Rumangsane aku wong wedok sing iso gawe gratisan ? Lha kok podo wae ambek bojoku sing ndek kampung Ndo*****yo kono” begitulah salah satu kalimat yang diucapkan T sebagaimana yang terekam dalam ponsel Kayla dengan dialeg khas sebuah Kabupaten di Jawa Timur.

“Koen rupamu ayu, jek polos, ati-ati, pergaulan ndek Hong Kong iki ganas. Ojo sampe koyok aku yo. Ati ati nek gaul ambek bule, bangla, PKS. Senengane ngerek duite TKW. Senengane K**** gratisan. Rumangsane TKW dianggep barang murahan. Koen Ojo melu-melu aku yo. Cekne tak lakonane dewe” tutur T dalam kalimat yang sarat dengan pesan.

Upaya Kayla gagal, saat akan menasehati dan membujuk supaya pulang ke kosnya. T yang mengaku stay out itu, justru naik pitam dan akan menyerang Kayla berikut anak majikannya. Melihat situasi yang tidak kondusif dan berbahaya, Kayla dan anak majikannya memutuskan untuk pergi menghindar saja. Namun, saat Kayla kembali melewati tempat itu lagi, dari dalam taksi, Kayla melihat T dibawa ambulan dan didatangi beberapa Polisi.  Entah apa yang terjadi dan entah bagaimana nasibnya T setelah itu, Kayla mengaku hanya bisa mendoakan.

“Teman-teman sesama BMI, please, jika kalian punya masalah maupun tidak punya masalah, jauhi dunia seperti ini (dunia yang dilakoni T). Terbukti tidak ada manfaatnya dan malah merugikan diri sendiri.” pesan Kayla yang dikirim melalui pesan suara.

“10 menitan pertemuan saya dengan mbak T, menyadarkan saya akan arti pentingnya kasih sayang dan keterbukaan terhadap keluarga dan orang-orang yang kita cintai disekitar kita” pungkasnya. [Kayla]

Ingin bergabung menjadi Citizen Journalist Apakabaronline.com ? Kirimkan informasi kejadian yang anda lihat di lapangan ke inbok fanspage Facebook Apakabar Plus atau melalui nomer Whatsapp +6285755643494
Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner