Prime banner

MONG KOK – Malangnya nasib Ho Mei, gadis 12 tahun yang menjadi korban mutilasi ibu kandungnya disamping menyedot perhatian sebagian besar masyarakat Hong Kong, juga menyisakan trauma psikologis tersendiri bagi para tetangga yang tinggal berdekatan dengan TKP serta para orang tua dan murid di sekolah tempat Ho belajar.

Bahkan, ada gerakan yang merencanakan untuk menyalakan lilin simbol duka dan penghormatan kepada almarhumah Ho di malam natal nani secara serentak.

Kisah Pilu Di Balik Tragedi Mutilasi Mong Kok

Seorang tetangga yang tinggal berhadap-hadapan pintu dengan rumah maut mendiang Ho mengaku masih menyimpan ketakutan setiap kali melewati pintu tersebut. Namun tetangga perempuan tersebut mengaku tidak punya pilihan lain selain menjalani. Sebab bagaimanapun, setiap hari saat pulang ke rumah, tetangga tersebut harus lewat jalan yang sama.

Teman-teman di sekolah Ho, siang tadi sempat menggelar perjalanan khusus uuntuk mendoakan mendiang Ho. Dimata teman-teman dan guru-gurunya, Ho meninggalkan beberapa prestasi akademik yang cukup dibanggakan sekolah.

Heboh, Seorang Ibu Disangka Tega Membunuh dan Memutilasi Anaknya Sendiri Di Mong Kok

Sebuah lukisan crayon karya Ho dipublikasikan ke media, serta sejumlah foto penyerahan piala lomba atletik tingkat sekolah juga menunjukkan bahwa Ho juga berprestasi dalam olah raga.

Masyarakat sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengajukan permintaan trauma healing kepada para tetangga dan lingkungan di sekolah atas tragedi tersebut untuk menghilangkan trauma dan ketakutan yang berlebihan. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner