Prime banner

PONOROGO – Kabar pilu kembali tersiar saat seorang pekerja migran Indonesia di Korea asal Ponorogo menghembuskan nyawa terakhirnya lantaran mengalami kecelakaan kerja pada Minggu (24/12) kemarin.

Adalah Riyadi (29) warga Dusun Ngunut, Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Riyadi harus pulang tinggal nama. Riyadi mengalami kecelakaan kerja saat melaut di Laut Korea. Bahkan jenazah Riyadi sempat menghilang sehari semalam setelah terkena badai. Namun, Senin (25/12) siang jenazah almarhum Riyadi berhasil ditemukan.

Riyadi baru saja menikah dengan kekasihnya, Muryani, warga Sukorejo. Namun, ketemu istrinya hanya selama 14 hari. “Jadi bulan Januari itu cuti untuk menikah. Cuti selama sebulan dalam rangka menikah. Ketemu istrinya hanya 14 hari,” kata Riyawan, kembaran dari korban,Selasa (26/12).

Menurut Riyawan, Riyadi mengalami kejadian naas saat hendak mengambil air menggunakan gayung yang akhirnya membuatnya tercebur ke laut. “Kami dikabari oleh teman kerjanya, kami kaget,” jelas Riyawan.

Riyadi diketahui masih melakukan komunikasi dengan pihak keluarga pada Sabtu (23/12) malam.

“Lalu Minggu (24/12) pukul 13.00 waktu setempat, almarhum meninggal sempat terbawa arus dan baru ditemukan Senin (25/12) pukul 14.00 waktu setempat,” terang Riyawan.

Riyadi merupakan anak dari pasangan Misni dan Parmi.Riyadi nekat bekerja keluar negeri karena hendak melunasi utangnya sebesar Rp 42 juta yang digunakan untuk membeli sebidang tanah.

Hingga saat ini, pihak PJTKI dan Pemkab Ponorogo belum menyambangi kediaman Riyadi. Karena Riyadi diketahui berangkat melalui BNP2TKI secara mandiri. Dengan kejadian ini, keluarga hanya bisa berharap jenazah segera dipulangkan untuk dikebumikan.

“Harapannya jenazah segera dipulangkan agar segera bisa dikebumikan,” pungkas Riyawan. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner