Prime banner

Angka perceraian di Indonesia semakin meningkat. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2015, ada lebih dari 347 ribu kasus perceraian yang dilaporkan dari semua provinsi. Bisa dilihat, bahwa tidak sedikit orang yang memilih mengakhiri pernikahannya dengan perceraian.

Ada 7 faktor yang sering sekali menjadi penyebab perceraian. Kamu perlu ingat bahwa pernikahan itu bukan seperti pacaran yang bisa putus saat kamu bosan. Kamu butuh komitemen kuat.

Memahami Perasaan Anak-Anak Korban Perceraian

 

  1. Keputusan yang terburu-buru tentang pernikahan

Masih terlalu muda juga merupakan pertimbangan yang jangan sampai kamu lewatkan. Memang, usia tidak bisa jadi ukuran kedewasaan seseorang, tapi, jangan lupa kalau usia yang mentah berarti juga kurangnya pengalaman. Kamu butuh usia yang matang untuk bisa menjalin hubungan yang dewasa.

 

  1. Ketidak jujuran tentang kesalahan

Terkadang kebohongan memang tidak bisa dihindari, tapi yang penting adalah mau mengakui tentang kebohongan itu dan membuat hubungan jadi transparan. Kalau kamu kebiasaan berbohong tanpa pernah mengungkapnya, maka hubungan pasti tidak bisa berjalan dengan benar. Selalu saja ada yang mengganjal.

 

  1. Membiarkan keluarga mengambil alih

Turut campur keluarga masing-masing pihak bisa jadi racun yang membuat hubungan jadi berantakan. Saat kamu memutuskan akan menikah, itu tandanya kamu sudah harus cukup dewasa untuk menyelesaikan masalahmu sendiri. Jika kamu masih saja membiarkan keluargamu ambil alih, tidak heran jika pernikahanmu tidak bisa bertahan lama.

Jangan Rebutan, Karena Anak Korban Perceraian Bukanlah Piala Bergilir

  1. Ketidak mampuan membagi waktu

Cinta itu butuh dikerjakan. Bahkan setelah pernikahan, kamu akan mengalami masa dimana semuanya akan jadi semakin sulit dari biasanya. Kamu harus bisa membagi waktumu untuk pekerjaan dan pasanganmu untuk membuat hidupmu berjalan seimbang. Pasanganmu pasti akan menghargai sekecil apapun usaha yang kamu lakukan.

 

  1. Kebiasaan kabur dan tidak mau menyelesaikan masalah

Kebiasaan tidak menyelesaikan masalah akan meledak pada akhirnya. Tidak baik menimbun segala sesuatu yang busuk. Harus dikeluarkan. Termasuk juga keluh kesah dan unek-unek, jangan sampai membiarkannya berlarut dan membuat rumah tangga jadi hancur sendiri.

Supaya Bisa Dikabulkan Hakim, Alasan Apa Yang Benar Saat Menggugat Cerai Suami ?

  1. Faktor finansial jadi hal yang paling sering menyebabkan perceraian

Terlebih jika suami tidak bekerja, atau keadaan menjadi buruk dan keluarga tidak lagi memiliki pemasukan yang pasti. Hal ini harus sudah kamu pikirkan sebelum menikah. Apapun yang terjadi, masalah rumah tangga, uang, semuanya bisa jadi penghancur rumah tanggamu. Kalau kamu tidak siap dan tidak punya komitmen, maka perceraian pasti nampak sebagai pilihan terbaik.

 

  1. Kebiasaan melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya

Kalau kamu tidak bisa menjadi positif, maka sebaiknya diam dan malah mengeluarkan hal yang negatif. Saat pasangan menjadi tidak bisa diandalkan atau membuatmu kecewa, maka kamu yang harus positif dan tenang. Pernikahan adalah tentang saling mengisi. Jika dia membuat ulah, maka kamu jangan memperkeruh keadaan.

YAKIN MAU CERAI ? RENUNGKAN DULU HAL-HAL BERIKUT INI

Makanya, jangan memutuskan untuk menikah seperti akan memutuskan ingin membeli sebuah baju di toko. Pernikahan itu tidak punya masa aktif, berlaku selamanya, suka atau tidak suka, rusak atau tidak. Akan ada banyak pihak yang terluka termasuk dirimu sendiri, jika kamu gegabah dalam keputusan pernikahan tersebut. [Stella]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner