Prime banner

KARANGANYAR – 8 Hari dirawat di rumah sakit usai “nggeblag” di halaman rumahnya saat akan memasuki mobil yang akan mengantarkannya ke Bandara untuk kembali ke Hong Kong pada Sabtu (24/03) kemarin, nyawa Mistriani tak bisa diselamatkan lagi.

ApakabarOnline.com mendapat kabar duka ini dari Sumartono, salah seorang kerabat Mistriani malam (31/03) kemarin.

Kepada ApakabarOnline.com, Sumartono meminta agar atasnama almarhumah, disampaikan permohonan maafnya kepada seluruh PMI Di Hong Kong khususnya, selama hidup almarhumah tentu memiliki banyak khilaf.

Disamping itu, Sumartono juga menitipkan pesan perihal catatan hutang almarhumah.

“Jumat sore, sehari sebelum Mistri jatuh, ditengah canda tawa dengan keluarga, tiba-tiba dia menunjukkan catatan keccil yang dia keluarkan dari dompetnya. Dengan gaya bercanda, Mistri bilang ‘aku juga ppunya hutang lho, ini tak bacakan di mbak anu sekian dolar, di mbak anu sekian dolar’, gitu katanya” jelas Sumartono.

Terpeleset, Kepala Bagian Belakang Membentur Paving Halaman Rumahnya, Mistriani Gagal Kembali Ke Hong Kong

Setelah catatan tersebut dicari, ditemukan secarik kertas kecil dalam dompet almarhumah, yyang oleh Sumartono, almarhumah Mistriani disebutkan memiliki hutang kepada Mbak Yuli sebesar 80 HKD, Mbak Jum sebesar 300 HKD, Mama Tumpini sebesar 200 HKD serta Asih sebesar 100 HKD. Total keseluruhan sebesar HKD 680.

“Kami, keluarga tidak ada yang tahu siapa itu Mbak Yuli, Mbak Jum, Mama Tumpini dan Asih. Melihat dalam catatan, didepan angka ada $HK, kami menduga, beliau berempat ada di Hong Kong. Mohon sudilah kiranya, untuk menghubungi kami keluarga almarhumah supaya di alam kuburnya, almarhumah terbebas dari hutang” pungkas Sumartono.

Mistriani meninggal dunia pada Sabtu 31 Maret 2018 dalam usia 34 tahun. Almarhumah yang berstatus janda, meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Mistriani dilarikan ke rumah sakit karena cidera di kelapa bagian belakang lantaran terjatuh dalam posisi terlentang di halaman rumahnya yang dilapisi paving saat dirinya berlari kecil menuju mobil yang akan mengantarkannya ke Bandara. Kondisi halaman yang licin, membuat langkah Mistriani terpeleset kemudian terjadilah insiden yang akhirnya membuat nyawanya tak bisa diselamatkan.

Selamat jalan Mistriani, semoga seluruh amal ibadahmu diterima disisiNya. []

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner