Prime banner

Setiap orang di dunia ini selalu membutuhkan dan mengidamkan kebahagiaan. Salah satu indikator dukungan terwujudnya kebahagian, meskipun bukan satu-satunya, adalah ketercukupan rezeki dari segi materi. Banyak yang lewat halal dan ada juga yang haram.

Namun, banyak yang telah berusaha mati-matian mengubah nasibnya, tetapi keadaan mengatakan lain. Mereka tetap saja tidak bisa diubah, hal ini mungkin saja dialami oleh Anda, saya atau orang lain. Karena itu apa yang bisa kita lakukan? Jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT. Bacalah firman Allah sesudah ini;

“ Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanankan urusan yang dikehendaki-Nya . ”(QS. At-Thalaaq: 3)

Jadi, jika kita ingin kaya, ingin semua kebutuhan materi tercukupi, maka salah satu cara adalah dengan bertawakal pada Allah SWT. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita bertawakal? Sudahkah kita benar-benar bertawakal?

Menurut ulama, tawakal itu adalah pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT atas semua yang dikehendaki-Nya. Tawakal tidak hanya pasrah jadi saja, tapi tetap usaha, ikhtiar, proses dan tekad yang bulat, tak gampang menyerah.

 

Ada lima tanda orang tawakal, yaitu:

Pertama , melakukan aktifitas ibadah dengan ikhlas. Orang yang tawakal, ia akan melatihnya dengan ikhlas karena Allah SWT. Tidak karena orang lain, atau pun tidak. Ada banyak hikmah jika kita benar-benar ikhlas dalam mengerjakan sesuatu.

Kedua , keterkaitan hati dengan ketentuan Allah SWT. Hati benar-benar terpaut dengan Allah SWT. Di dunia di dunia ini tentu dengan hati yang bersih, jika hati bersih maka bersih semua, jika hati kotor maka semua menjadi kotor.

Ketiga , rasa tenang terhadap qadha dan qadar. Merasa tenang dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Yakin bahwa semua ini adalah milik Allah SWT. Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Keempat , qanaah dengan kecukupan yang diberikan Allah. Menerima dengan senang hati segala sesuatu yang ada, segala sesuatu yang dianugerahi oleh Allah SWT, apakah itu termasuk nikmat atau ujian kita terima dengan hati yang lapang.

Kelima , bersyukur jika memberi nikmat dan bersabar jika belum diberikan. Banyak orang yang meremehkan syukur dan sabar, akan tetapi syukur dan sabar merupakah hal hal besar yang tak bisa diremehkan, ada karunia besar bagi siapa saja yang bersyukur dan bersabar. [ Ghalibtan ]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner