Prime banner

HONG KONG – Ani Maesaroh, ibunda almarhumah Elis Kurniasih, seorang PMI Di Hong Kong yang meninggal dunia akibat tertimpa balok beton seberat 60 kilogram di area boarding house agency Sunlight Chu Kee building King’s Road North Point pada 11 Maret 2015 silam menuntut kompensasi ke pengadilan atas peristiwa yang menimpa putrinya.

Dilansir dari Headline Daily, tuntutan tersebut dialamatkan kepada pengelola dan pemilik gedung Chu Kee, Sunshine Maid Service Center Agency yang dioperasikan oleh Employment Center Co., Ltd., Sunshine Group Management Co., Ltd., YAU SAU KING, YU MAN KIT dan LUK LIN. HING.

WNI Tertimpa Atap Beton Ruangan Di Hong Kong

Ketiga pihak tersebut dihadirkan di state court kemarin (08/03) dengan tuduhan kelalaian. Penuntut mengajukan klaim kompensasi kepada ketiga pihak tersebut, namun belum disebutkan besaran klaimnya.

Dalam pemberitaan Tabloid Apakabar Plus Edisi #02 Tahun XI yang terbit pada 21 Maret 2015, Agency Sunlight sempat mendapat tudingan miring dari berbagai pihak atas kejadian tersebut. Namun, saat diwawancara Yuni Sze, Reporter Apakabar Plus, Agensi Sunlight membantah segala tudingan yang dialamatkan kepadanya.

General Manager Sunlight Employment Agency, Vili Chan, di kantornya di North Point, Selasa (17/3), menceritakan kronologi peristiwa naas yang menimpa almarhumah Elis yang pada malam naas tersebut, Elis diduga belum ingin tidur di dalam boarding house, membawa kasur matras untuk dipake tidur-tiduran di feet outdoor milik boarding house Sunlight.

“Untuk di North Point, kami memiliki boarding house di Chu Kee Building, dengan luas area kurang lebih 12.000 feet, di mana terdapat 600 feet outdoor. Di situ ada beberapa kamar mandi, tempat masak, rak penyimpanan koper dan barang, serta dilengkapi meja untuk nongkrong.” terang Vili Chan.

Kepala Pusing Berkunang-Kunang ? Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya

“Jadi tidak benar Elis tidur di outdoor arena, karena di dalam tidak ada ruangan tidur. Menurut   kawannya, saat itu sekitar pukul 02.30 dinihari, Elis membawa matras tidurnya keluar karena masih ngobrol dengan temannya.” lanjutnya.

Pada saat Elis mendapat perawatan di Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole, Chai Wan,atas desakan KJRI Hong Kong, salah seorang kerabatnya didatangkan ke Hong Kong dari Indonesia atas biaya agency. Bukan hanya iitu, atas desakan KJRI Hong Kong pula, Agency Sunlight mentransfer uang duka sebesar HKD 50.000 kepada ahli warris almarhumah.

Saat Elis meninggal dunia, di kampung halamannya, Elis meninggalkan dua orang anak yang berusia 13 dan 11 tahun. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner