Prime banner

HONG KONG – Kadek Dewi Puspitasari akhirnya tak kuasa melawan sakit yang dideritanya. Pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong kelahiran Singaraja, 22 Mei 1982, meninggal dunia pada Minggu (24/4) tengah malam di rumah sakit Princes Margareth, Lai King, tempat dia dirawat.

Kepastian tentang kematian Kadek diperoleh Apakabar Plus dari Subardiat, Staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, yang selama ini bertugas memantau perawatan dan perkembangan kesehatan Kadek di rumah sakit. “Iya, Kadek meninggal dunia tadi malam. Tepatnya, tengah malam. Pihak rumah sakit baru memberikan info kepada kami jam 09:00 pagi,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (25/4).

Sebelumnya, pada Jumat (22/4), Subardiat sempat mengabarkan kondisi terakhir Kadek. Kata dia, Kadek masih tetap dirawat di Lai King. Sekitar tanggal 19 April, perawat meminta bantuan KJRI untuk memulangkannya ke Tanah Air.

“Tapi setelah kami lihat, Kadek masih terbaring, belum bisa duduk dan makannya masih harus memakai infus. Kami pun menolak permintaan perawat tersebut,” kata Subardiat.

Saat itu, dia pun menunjukkan foto terkini perempuan yang diduga mengidap kanker kelenjar thyroid ini yang sedang terbaring dalam keadaan mengenaskan. “Masa kondisinya seperti itu diminta dipulangkan? Kami ingin dia tetap dirawat dan kondisinya membaik terlebih dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui, akhir Februari 2016, beredar kabar di media sosial tentang adanya seorang PMI di Hong Kong bernama Kadek Dewi Puspitasari yang berbaring tidak berdaya di Blok E1, lantai 1, room 21, Princes Margareth Hospital. Foto-fotonya saat tergolek di rumah sakit dan foto paspornya tersebar ramai di Facebook dan Whatsapp.

Subardiat pernah menjelaskan kronologi sakitnya PMI yang baru datang bekerja ke Hong Kong pada 9 Juni 2015 itu. “Pada sore tanggal 31 Januari 2016 Kadek tiba-tiba mimisan. Oleh majikan langsung dibawa ke rumah sakit. Dia sempat dipindahkan ke ruang ICU (gawat darurat) rumah sakit Pamela Youde, Chai Wan,” ujarnya.

Ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit Princes Margareth, Lai King. Menurut keterangan dokter waktu itu, Kadek sakit gagal jantung akut.

“Ada benjolan di kelenjar thyroid, mengganggu fungsi jantung dan ginjal,” ujar Subardiat.

Karena kondisinya kritis, PMI asal Dukuh Sukowati, Klatak, Kaliporo, Banyuwangi, Jawa Timur itu belum bisa dioperasi. “Tindakan operasi akan dilakukan, menunggu kesehatannya sedikit membaik dan memungkinkan,” ucapnya waktu itu.

Siti Chosidah, salah seorang PMI Hong Kong yang juga sempat menjenguk Kadek sehari sebelum meninggal, menyatakan kalau sebenarnya kondisi Kadek sudah mengkhawatirkan.

“Kemaren saya kesana. Saya lihat tidak tega. Saya bantu doa di kepala nya. Lalu saya lihat daun telinga nya, saya pegang jempol kaki kiri, ada yang beda. Saya lihat dia seperti kepayahan. Akhirnya saya pasrahkan pada Allah mohon yang terbaik.” tutur Siti kepada Apakabar.[Razak]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner