Prime banner

GUNUNG KIDUL – Kabar mengejutkan diterima redaksi ApakabarOnline.com perihal insiden kecelakaan maut yang memakan korban jiwa seorang anak mantan pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong bernama Sari atau yang populer disebut Sari Gunkid terjadi siang ini.

Riko Yola Samuhdiansyah (16), anak semata wayang mantan ketua Apakabar Fans Club menjadi korban kecelakaan maut hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Menurut penelusuran yang dilakukan oleh Irma, jurnalis  ApakabarOnline.com di TKP, kronologi kecelakaan maut ini terjadi  sekira pukul 11:30 siang saat Riko melaju dari arah Wonosari menuju Jogja dengan sepeda motor Honda Supra nopol AB 5893 WM. Kemudian dari arah berlawanan melaju kencang mobil box nopol G 1407 P yang dikemudikan oleh Bayu Wijamarko (21) warga Wirosari, Samopuro, Jogonalan, Kabupaten Klaten. Mobil box ini hendak mendahului kendaraan di depannya. Hilang kontrol sehingga tabrakan antara sepeda motor dan mobil pun tak terhindarkan.

Diberitakan oleh Sorot Gunungkidul, salah satu pedagang yang berada di sekitar lokasi, Bagas mengatakan pengendara sepeda motor berjalan agak ke tengah, sehingga tabrakan begitu keras. Pengendara sepeda motor pun terpental dengan kepala membentur bebatuan di pinggir jalan.

Akibat benturan di bagian kepala, mulut dan hidung terus mengeluarkan darah, bagian kaki pun terkelupas. Korban yang meninggal di lokasi langsung dievakuasi ke RSUD Wonosari.

Sedangkan hasil visum di rumah sakit, yang dilakukan tim dokter secara tertutup disaksikan perwakilan guru, korban mengalami luka di kepala bagian belakang yang mengakibatkan pendarahan, tulang bahu patah dan luka terbuka di bagian paha kanan.

Teman dan guru korban kecelakaan maut di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di Padukuhan Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, atau dekat RS Nur Rohmah, Minggu (28/01/2018) terus berdatangan ke ruang jenazah RSUD Wonosari. Mereka hendak melihat kondisi Riko Yola Samuhdiansyah (16), pelajar SMK 45 Wonosari warga Padukuhan Ngandong, Desa Patuk, Kecamatan Patuk setelah terlibat kecelakaan dengan mobil box.

Salah satu teman korban, Mahesa (16) mengatakan peristiwa yang dialami temannya itu terjadi ketika korban hendak pulang ke rumahnya setelah mengantarkan pesanan stiker di daerah Wonosari.

Dia kan jual segala macam stiker, ya sekedar sampingan mungkin. Terus sering COD (Cash On Delivery) sama konsumennya. Kalau tadi setau saya dia COD sama temen satu komunitas motornya,” kata Mahesa saat ditemui di depan ruang jenazah RSUD Wonosari, Minggu siang.

“Dia memang anak tunggal, kalau di sekolah juga baik, tidak bandel pendiam juga. Kalau prestasinya biasa, tapi ahli di bidang komputer,” tambahnya.

Kepulangan Sari dari Hong Kong tahun 2017 kemarin, merupakan kepulangan yang dia rencanakan untuk seterusnya, mengasuh dan membesarkan anak laki-laki semata wayang yang sejak masih kecil telah dia tinggalkan pergi bekerja ke luar negeri. Baru saja, per tanggal 24 Januari kemarin, Sari memposting foto ulang tahun Riko di laman facebooknya. Kini, setelah dia pulang, anak semata wayang yang menjadi harapan di hari tuanya justru pergi mendahului menghadap Illahi Rabbi.

Keluarga besar Apakabaronline.com mengucapkan ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga seluruh amal ibadah Riko diterima disisi Allah SWT, diampuni seluruh khilafnya, dan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, terutama Sari sebagai ibunda, diberi ketabahan dan iman. Selamat jalan Riko, namamu tertoreh menjadi bagian dari komunitas Apakabar Fans Club Hong Kong. [Asa/Irma]

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner