Prime banner

Beberapa saat terakhir, Apakabaronline.com sering menjumpai kasus pekerja migran tiba-tiba kehilangan kesadaran lantaran terkena serangan stroke. Bahkan ada yang hingga mengalami pecah pembuluh darah. Tentu hal demikian mengkhawatirkan, mengingat tuntutan dan kondisi lingkungan pekerjaan potensial mengakibatkan seorang pekerja migran mengalami migren.

Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah di otak. Sehingga akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah tersebut, bagian otak tertentu berkurang bahkan terhenti suplai oksigennya sehingga menjadi rusak bahkan mati. Akibatnya timbullah berbagai macam gejala sesuai dengan daerah otak yang terlibat, seperti wajah lumpuh sebelah, bicara pelo (cedal), lumpuh anggota gerak, bahkan sampai koma dan dapat mengancam jiwa.

Tidak mengenal usia, penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner dan stroke mengancam masyarakat modern. Ternyata, Migren pun bisa menjadi pemicu stroke. Terlebih dengan gaya hidup tidak sehat khususnya anak muda.

Dokter Spesialis Saraf dan Kepala Divisi Neurovaskular dan Neurosonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salim Harris, menjelaskan migren bisa diderita siapa saja dan dialami oleh semua usia. Banyak penyakit stroke di usia muda bisa dipicu karena migren.

Misalnya, bermain gadget berlebihan dengan cahaya gelap bisa memicu kambuhnya penyakit migren.  “Migren berpotensi menjadi faktor risiko stroke. Sehingga mereka yang migren, memerlukan satu penanganan relatif serius,” tegasnya kepada wartawan baru-baru ini di Gedung IMERI FKUI Salemba, Jakarta.

Untuk mencegah risiko stroke karena migren, kata dia, ada baiknya tidak bermain gadget saat lampu gelap. Sebab, bermain gadget di tengah kegelapan justru lebih keras dampaknya ketimbang lampu terang

“Mati lampu pun masih main HP, itu lebih keras daripada orang main HP di lampu terang. Jadi kalau main gadget dimainkan saat gelap, tak boleh terutama mereka yang migren. Ini gambaran sebenarnya seseorang mampu kok cegah serangan migren,” jelasnya.

Meski penyakit migren adalah penyakit yang diturunkan oleh orang tua secara silang dengan gen 60 persen dan 40 molekul.  Namun jika pencetus migren bisa dihindari maka ia tak akan muncul. Salah satu pengobatan yang paling baik adalah dengan mengubah faktor risiko dan cukup tidur.

“Pengobatan paling enak itu memang dengan tidur dan memejamkan mata. Tetapi prinsipnya lebih baik mencegahnya,” tandasnya.

 

Perempuan Paling Rentaan Terkena  Migren

Terungkap, ternyata perempuan lebih entan mengalami serangan migren ketimbang laki-laki. Jumlahnya cukup besar, tak hanya di Indonesia, tetapi dunia. Migren adalah penyakit yang diturunkan oleh gen orang tua kepada anak.

“Perempuan lebih banyak kena migren, 4 kali lebih banyak di dunia jumlahnya,” tegas Dokter Spesialis Saraf dan Kepala Divisi Neurovaskular dan Neurosonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salim Harris kepada wartawan baru-baru ini di Gedung IMERI FKUI, Salemba, Jakarta.

Lalu apa penyebabnya? Migren diturunkan secara silang oleh orang tua. Jika ayah migren maka anak laki-laki tak kena migren, tetapi anak perempuannya migren. Lalu jika ibu migren, maka seluruh anak laki-laki dan perempuan mengalami migren.

Kondisi ini akan semakin diperparah bila perempuan kurang memiliki kualitas istirahat yang cukup.

Penyebabnya banyak perempuan mempunyai peran ganda yang lebih besar ketimbang laki-laki. Perempuan bekerja, mengurus anak dan suami, hingga membereskan urusan rumah tangga.

“Itulah sebabnya perempuan lebih banyak dan rentan terkena migren, maka hidup sehatlah salah satunya dengan cukup tidur,” ujarnya.

Faktor lainnya juga bisa dipicu oleh hormon. Sehingga saat perempuan sedang menstruasi, biasanya serangan migren bisa muncul.

“Migren dipengaruhi hormon, pada orang-orang yang migren saat menstruasi akan berpengaruh,” papar Salim.

Seseorang yang mengalami migren biasanya bisa merasakan sakit atau nyeri di kepala dari ringan hingga berat. Rata-rata serangan bisa lebih ringan dalam hitungan jam bahkan berhari-hari.

“Seseorang yang migren bisa kena serangan 2-4 hari. Maka dengan pencegahan yaitu mengenali risiko migren, rasa sakit bisa berkurang 2-3 jam,” jelasnya.

Pengobatan migren bisa dilakukan dengan memberikan stimulasi obat-obatan atau kafein. Namun kafein juga bisa menimbulkan serangan migren. Cara lainnya adalah dengan cukup tidur. [Asa/JPNN]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner