Prime banner

NGAU TAU KOK – Seorang PMI berinisial B (32) pembuang bayi di tong sampah Apartemen tempat tinggal majikannya kawasan Choi Hung Estate, Choi Ha Tsuen yang sempat menggemparkan jagat Hong Kong sejak Sabtu kemarin, penanganan kasusnya akan segera dinaikkan ke penuntutan.

PMI yang berstatus lajang tersebut kasusnya akan dibuka di pengadilan pada Senin (15/01) esok di Kwun Tong Magistrats.

Dalam catatan Apakabaronline.com, sebelum B, beberapa kejadian serupa (Aborsi yang dilakukan oleh PMI) setidaknya pada bulan November 2017 lalu, seorang PMI melakukan aborsi di toilet pasar San Wah Tao North Point Hong Kong. Proses penuntutannya sedang berjalan setelah melewati persidangan pertama pada akhir Desember kemarin.

PMI Yang Lakukan Aborsi Di Choi Ha Tsuen Terancam Hukuman Seumur Hidup

April  tahun 2014, terjadi juga, seorang PMI berusia 27 tahun, melakukan aborsi kemudian membuang bayi yang dilahirkannya di Yau Ma Tei MTR Station. Bayi yang lahir dengan usia kandungan 38 minggu tersebut dibuang ke dalam tong sampah.

Pada bulan Mei tahun 2008, sebuah janin ditemukan dalam kondisi terbungkus tas plastik di pusat pembuangan sampah King Lam Estate,  Tseung Kwan O. Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap, pelakunya seorang PMI berusia 24 tahun.

Menyikapi hal seperti ini, CEO Pathfinders, melalui SCMP, Kay McArdle menyatakan, hal demikian merupakan bentuk bahwa telah terjadi krisis kemanusiaan.

Kay menyatakan, lembaganya telah menangani 988 kasus (PRT asing hamil di Hong Kong) sepanjang tahun kemarin (2017).

“Hal ini harus dilakukan untuk menggatasi dan membantu para pekerja rumah tangga asing yang hamil (di Hong Kong) dengan mengarahkan bagaimana semestinya dan apa yang harus mereka lakukan terhadap kehamilannya, serta terhadap anak-anak yang dilahirkannya” terang Kay. [Asa/Net]

UPDATE :

Sidang Pertama PMI Pelaku Aborsi Dan Pembuang Bayi Digelar, Ini Yang Terungkap

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner