Prime banner

HONG KONG – baru-baru ini, dikalangan warganet Hong Kong beredar sebuah dua tiga orang perempuan berjubah dan bercadar dimana dua diantara mereka masing-masing memegang bendera warna hitam dan satunya lagu berwarna putih dengan logo yang mereka sebut mirip dengan logo ISIS.

Foto tersebut diambil di kawasan bendungan Shing Mun Reservoir. Tidak ada yang menyebutkan ketiga perempuan tersebut siapa dan darimana asalnya.

Oriental Group dalam beritanya menyebut, ada sebuah situs media Hong Kong dan Indonesia yang menjelaskan bahwa bendera tersebut bukanlah bendera ISIS, melainkan bendera Hizbuttahrir.

Perilaku tiga perempuan di kawasan bendungan Shing Mun Reservoir tersebut menarik perhatian orang lain sehingga mereka merekam gerak gerik ketiganya dalam sebuah foto yang kemudian beredar secara luas di kalangan warganet Hong Kong.

Beberapa warganet menyebutkan, sulit untuk membedakan antara bendera ISIS dengan bendera Hizbuttahrir lantaran isi tulisan dalam bendera kedua kelompok tersebut mereka anggap sama.

Dalam pemberitaannya, Oriental Group beberapa kali menyebut kata Indonesia. Dimana salah satu paragraf artikel mereka menegaskan, baik Hizbuttahrir maupun ISIS sama-sama telah dilarang berkembang di Indonesia.

Selanjutnya, beberapa komentator warganet Hong Kong menegaskan harus mewaspadai, bahwasannya aksi dan peredarannya hanyalah untuk memperkeruh suasana dan menimbulkan adu domba. []

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner