Prime banner

MONG KOK – Ramainya lalu lalang pejalan kaki kawasan Sai Yeung Choi Street Mong Kok potensial menjadi ladang bagi pelaku pencopetan dengan leluasa melakukan aksinya. Seperti peristiwa yang dilaporkan oleh Risti, Citizen Journalist Apakabaronline.com malam tadi (11/12).

Di salah satu sudut Sai Yeung Choi Street, Risti melihat seorang BMI kebingungan sambil memeriksa isi tasnya. Setelah dia tanya, BMI yang bernama Rahayu tersebut ternyata baru saja menjadi korban pencopetan.  Kepada Risti, Rahayu mengaku kehilangan ponsel dan dompetnya.

Didalam dompet, terdapat ID Hong Kong, ATM, KTP Indonesia, serta sejumlah uang tunai sekitar HKD 200-an dan kunci rumah majikan. Selain dompet, sebuah smartpone yang baru 2 bulan yang lalu dibeli dengan harga HKD 2.800 juga ikut raib.

“Kata korban, saat ditengah kerumunan, dia merasa janggal. Dia dipepet dua orang berkulit gelap sebanyak 3 orang. Di kiri dan kanannya serta di belakangnya. Saat mau menyeberang jalan itulah, dia merasa “mak dhelll…” tasnya seperti tertarik dan tubuhnya seperti terjepit tubuh-tubuh disebelahnya” tutur Risti dalam laporannya.

Kawasan Mong Kok merupakan salah satu kawasan padat aktifitas yang rawan terjadi kejahatan disamping beberapa kawasan lainnya di Hong Kong. Dihimbau bagi pembaca yang hendak bepergian keluar rumah dan akan melewati kawasan padat, waspadalah, kejahatan bisa terjadi dimana-mana. [Asa/Risti]

Ingin bergabung menjadi Citizen Journalist Apakabaronline.com ? Kirimkan informasi kejadian yang anda lihat di lapangan ke inbok fanspage Facebook Apakabar Plus atau melalui nomer Whatsapp +6285755643494
Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner