Prime banner

HONG KONG – Wilayah geografis Hong Kong yang memiliki banyak perbukitan dengan kemiringan yang curam, membuat otoritas Hong Kong selalu meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, belajar dari pengalaman selama 40 tahun terakhir, beberapa kali pernah terjadi bencana tanah longsor yang berasal dari lereng perbukitan.

Jutaan kubik material longsor menerjang pemukiman, ratusan orang mengalami luka-luka, serta ratusan orang dilaporkan meninggal dunia. Belum lagi kerugian materi akibat kerusakan infrastruktur.

Pray For Ponorogo : Hampir 1 Dusun Tertimbun Longsor

Dalam laman resminya, Departemen Sipil dan Pembangunan Hong Kong mereview peristiwa ini sebagai kenangan pahit. Dalam keterangannya, disebutkan, longsor terparah terjadi pada 18 Juni tahun 1972, yang menyebabkan kerusakan parah serta ratusan korban jiwa di kawasan Asahi Street dan Sau Mau Ping Estate, Kwun Tong.

Usai kejadian tersebut, tragedi yang sama terulang hingga empat kali setelahnya di titik yang berbeda.

Menyikapi hal ini, Departemen Sippil dan Pembangunan Hong Kong sejak saat itu melakukan langkah serius bukan saja pada wilayah recovery, melainkan juga mengintensifkan penelitian untuk menghimpun data valid perihal kondisi titik titik rawan di Hong Kong. Ditemukanlah 30 titik yang masuk kategori zona merah rawan bencana longsor di berbagai penjuru Hong Kong.Chen Run-cheng, salah seorang insinyur yang terlibat dalam pekerjaan riset dan recovery saat itu menyatakan, otoritas Hong Kong melakukan langkah cepat dengan melatih banyak tenaga baru yang selanjutnya ditugaskan untuk pengerjaan recovery dan pencegahan kawasan perbukitan dari ancaman longsor. Jutaan dolar dihabiskan secara berkala hingga beberapa tahun lamanya.

Korban Banjir Dan Longsor Pacitan Terus Bertambah

Untuk penanganan dan perawatan jangka panjangnya, lembaga yang memiliki otonomi khusus dalam bidang geoteknik didirikan pada tahun 1977. Hingga sekarang, lembaga ini berperan besar dalam menjaga keselamatan Hong Kong dari ancaman longsor yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Ilmu pengetahuan bisa memprediksi, namun kekuatan alam seringkali tak bisa ternalar logika manusia.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Setiap musim hujan datang, bencana longsor selalu terdengar menghiasi layar media. Dan ironisnya, bencana longsor di Indonesia selalu terulang di titik yang sama. Tentu ada beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan antara Hong Kong dengan Indonesia dalam menangani bencana. Kesiapan struktur dan infrastruktur serta kondisi geografis, menjadi dua komponen yang memiliki perbedaan tajam. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner