Prime banner

Upaya untuk mengggiatkan semangat kewirausahaan atau enterpreneurship di Indonesia terus dilakukan oleh kalangan perbankan. Pasalnya, wirausaha terbukti mampu mendongkrak perekonomian lokal. Untuk itu perbankan pun memberikan berbagai kemudahan bagi para pelaku usaha dalam mendapatkan kredit usaha.

Salah satu yang kini sedang digiatkan oleh Bank Mandiri adalah memupuk jiwa wirusaha bagi kalangan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Lewat segmen tersebut, perseroan memberikan edukasi kewirausahaan bertajuk “Mandiri Sahabatku Sehati” kepada sebanyak 100 Purna PMI di Semarang dan Ponorogo yang digelar pada Selasa-Rabu, 13-14 Maret 2018.

Lahirnya program “Mandiri Sahabatku Sehati” dilatarbelakangi oleh permasalah para PMI yang seringkali mengalami masalah gaji habis, tertipu bisnis bodong sehingga mengakibatkan tujuan hidup menjadi tidak jelas. Bahkan beberapa pekerja migran itu menghabiskan uangnya untuk gaya hidup yang penuh kemewahan tanpa  punya usaha dan hanya mengandalkan pendapatan bulanan dari gaji sebagai buruh migran

Karena itulah program “Mandiri Sahabatku Sehati” berusaha memberikan solusi terhadap para pekerja migran atas berbagai masalah klasik tersebut. Karena itu, progam “Mandiri Sahabatku Sejati” yang digagas sejak tahun 2011, melakukan berbagai pelatihan kewirausahawan ke berbagai negara seperti Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, Jepang dan lain-lain.

Program ini juga merupakan kelanjutan dari program Mandiri Sahabatku yang sudah digagas sebelumnya. Dan hingga kini, “Mandiri Sahabatku Sejati” berhasil memiliki 12.000 peserta wirausaha yang tergabung dalam berbagai komunitas di Indonesia.

Senior Vice President Customer Deposit Bank Mandiri Trilaksito Singgih H mengatakan  “Mandiri Sahabatku Sehati” adalah program kewirausahaan khusus bagi para PMI Purna dan alumni “Mandiri Sahabatku” yang telah pulang ke Indonesia dan mulai merintis usaha.

“Kami ingin membangun program kewirausahaan yang berkesinambungan dan mampu memberikan multiplier effect yang signifikan, seperti melalui pembentukan komunitas Purna PMI ini. Mereka akan mendapat kesempatan untuk mempelajari dan memperdalam bisnis usaha, baik melalui pembinaan dari tokoh pengusaha sukses maupun pembelajaran secara mandiri,” kata Singgih saat membuka program “Mandiri Sahabatku Sehati” di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (14/3).

Dalam program ini, peserta “Mandiri Sahabatku Sehati” bisa melakukan sharing dan diskusi antar anggota komunitasnya untuk saling memotivasi dan meningkatkan kualitas produk komunitasnya. Tentunya ini akan memberikan manfaat bagi para peserta dalam meningkatkan usahanya sendiri.

Selain itu, tambah Singgih, kegiatan sharing dan diskusi yang dilaksanakan di RKB daerah masing-masing ini juga seiring dengan keinginan Mandiri mengoptimalisasi RKB sebagai pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM dalam rangka mendukung visi Presiden Joko Widodo menjadi Indonesia sebagai Energi Digital Asia.

“Di RKB, anggota komunitas juga akan dilatih mengenai digital marketing lewat e-commerce Blanja.com. Ke depannya, kegiatan program ‘Mandiri Sahabatku Sehati’ diharapkan bersifat rutin dan kontinu untuk mewujudkan mimpi PMI menjadi pengusaha sukses yang mandiri di tanah air” ungkap Singgih.

Berbagai kelas kewirausahaan sudah diadakan Bank Mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan PMI yang ingin mengubah mindset buruh migran menjadi majikan. Para pengajar yang memberikan materi wirausaha disampaikan oleh para pengajar profesional seperti para praktisi usaha dan bapak asuh yang kerap dihadirkan untuk menjadi motivator para peserta sehingga dengan demikian, PMI tidak takut lagi dalam memulai sebuah usaha.

Singgih melanjutkan, anggota “Mandiri Sahabatku Sehati” juga berpotensi mendapatkan dukungan pembiayaan melalui KUR TKI Purna dengan bunga sebesar 7% pertahun. Karena usaha yang semakin meningkat tentunya akan memerlukan modal tambahan serta produk dan layanan perbankan penunjang usaha lainnya.

Sementara itu, Senior Vice President Micro Banking Bank Mandiri Wawan Setiawan mengatakan, pada tahun lalu perseroan telah menyalurkan KUR TKI sebesar lebih dari Rp10 miliar kepada lebih dari 800 nasabah PMI.

“Secara keseluruhan, Bank Mandiri menyalurkan KUR sebesar Rp13,3 triliun tahun lalu, termasuk Rp2 triliun KUR mikro segmen untuk lebih dari 100.000 nasabah dan Rp11 triliun KUR kecil untuk lebih dari 120.000 nasabah,” kata Wawan.

Dalam tahapan pembelajaran menjadi seorang entrepreneur, Mandiri senantiasa mendampingi sahabat mandiri hingga bisa tumbuh dan berkembang. Mandiri berusaha mensuplai ilmu bagi sahabat Mandiri di kelas Mandiri Sahabatku Sehati sebagai bekal kehidupan. Seperti biji-biji yang dipersiapkan untuk menjadi tunas harapan sehingga tunas itu bisa tumbuh menjadi tanaman yang bermanfaat bagi diri sendiri serta lingkungan sekitarnya. [Net]

 

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner