Prime banner

PONOROGO – Air susu dibalas dengan air tuba, pengorbanan tulus sang istri demi bisa membiayai suami yang ingin berangkat kerja ke Taiwan, dibalas dengan pengkhianatan. Tapi apalah daya, selama dua tahun, Y (30) mengaku tak kuasa menggugat suaminya karena pertimbangan kemanusiaan.

Ditemui Apakabaronline.com di emperan tempat kerjanya di sebuah salon perempuan di kawasan Sumoroto Ponorogo kemarin (21/11) pagi, Y, mantan BMI Hong Kong yang berasal dari sebuah desa di Kecamatan Sukorejo Ponorogo ini harus menelan kenyataan getir terhadap ulah suaminya. Sebagai pasangan suami istri yang masih baru menikah tahun 2010 silam, mereka belum punya apa-apa. Beerbagai terobosan mereka lakukan, termasuk keberangkatan Y bekerja ke Hong Kong dengan target agar MH suaminya  bisa terbiayai bekerja ke Taiwan.

Rencana mulai diwujudkan. Tahun 2013, Y terbang ke Hong Kong, kemudian bekerja pada seorang majikan warga lokal di daerah New Teritorries dengan salah satu tugasnya mengurus 4 ekor anjing majikan disamping mengurusi urusan rumah tangga lainnya.

Setahun berjalan, relatif tidak ada masalah. Namun memasuki tahun kedua, saat majikan Y mendatangkan 1 ekor anjing baru sehingga saat itu jumlahnya menjadi 4 ekor, anjing baru ini berulah, hingga membuat Y kena getah. Siku kanan Y digigit anjing baru ttersebut hingga menimbulkan luka yang cukup parah.

“Waktu itu kejadiannya siang hari sekitar jam 10-an. Di rumah sepi, hanya saya sendiri, maajikan saya kerja pulangnya malam” tutur Y kepada Apakabaronline.com.

Y harus menahan luka bekas gigitan anjing majikan hingga malam hari saat majikan pulang ke rumah, dan mendapati Y sudah dalam kondisi mengkhawatirkan. Luka di sikunya oleh Y hanya dirawat seadanya tanppa ada antibiotik yang di injeksikan ke tubuhnya. Siku kanan Y bengkak membiru.

Oleh majikannya, Y langsung dibawa ke rumah sakit saat iitu juga. Akibat gigitan anjing, Y harus dirawat inap hingga seminggu lamanya.

Ditinggal Menikah Suami Di Taiwan, Di Hong Kong Istri Banjir Dukungan

“Katanya saya kena rabies. Anjing yang baru itu memang belum disterilkan” kenang Y.

Akibat gigitan anjing ini, Y sempat selama 1 bulan harus beristirahat, karena tangan kanannya tidak bisa difungsikan dengan maksimal.

Bekerja di majikan ini, gaji Y total terkirim ke suaminya di kampung sampai dengan kontrak kerja Y selesai tahun 2015.

Setelah kontraaknya habis, Y pulang kampung, dan gantiaan suaminya, MH berangkat bekerja ke Taiwan dengan biaya hasil kerja Y selama di Hong Kong.

Beberapa bulan sesampainya di Taiwan, Y merasakan ada perubahan yang terjadi pada diri MH suaminya. Kecurigaan tersebut berlanjut dengan pada saat masa potongan sudah selesai, MH sama sekali tidak pernah mengirimkan uang ke kampung halaman.

“Dulu pas di rumah butuh uang, suami saya jawabnya muter kemana-mana, yang ujung ujungnya tidak bisa mengirim uang” tutur Y

Tahun ke dua suaminya bekerja di Taiwan, tabir misteri akan perubahan yang dirasakan Y benar-benar terbuka. Y mengetahui suaminya yang berasal dari Sampung Ponorogo memiliki hubungan asmara dengan seorang BMI asal Magetan yang berstatus janda. Fakta ini Y temukan dari pemberitahuan beberapa temannya tentang beberapa foto dan sebuaah rekaman video yang berisi adegan hubungan suami istri antara MH dengan BMI asal Magetan yang berstatus janda tersebut.

“Kayak gini menyakitkan mas. Air susu dibalas air tuba. Untuk biaya dia ke Taiwan lho sampai saya bela-belain siku kanan saya ini digigit anjing rabies di Hong Kon g. Kok balasan suami saya seperti ini” tutur Y seraya mengusap buliran airmata yang merembes keluar dari kelopak matanya.

Bagi Y, situasi seperti sekarang adalah situasi yang menyulitkan. Jika dia menggugat cerai suaminya atas perselingkuhan yang dilakukan, resikonya bisa berakibat fatal bagi ibunda MH alias mertua perempuan Y yang kondisinya memiliki penyakit jantung dan stroke.

“Kalau hal ini muncul ke permukaan mas, lalu mertua perempuan saya mendengar dan mengetahui perilaku anaknya, sebagai sesama perempuan saya tidak tega. Pasti mengagetkaan mertua saya, dan parahnya kemungkinan untuk berakibat yang lebih buruk bisa saja terjadi pada ibu mertua saya, wong selama ini ibu menderita komplikasi stroke dan jantung” tutur Y.

“Dulu, pas saya minta uang ke suami untuk pengobatan ibu mertua saya kan ditolak, padahal saat itu kondisinya mendesak. Akhirnya, sisa terakhir uang tabungan saya dari hong kong  dan beberapa perhiasan saya, saya jual untuk biaya pengobatan ibunya suami saya ini” aku Y.

Y Menambahkan, saat akan berangkat ke Taiwan, MH berjanji akan mengirimkan seluruh uang hasil kerjanya untuk dikelola Y. Bahkan, mengembalikan uang yang dipakai untuk berangkat ke Taiwan adalah prioritas pertama. Selanjutnya MH berpessan kepada Y agar nanti mencoba-coba membuka lapangan usaha.

Namun, Fakta yang terjadi justru sebaliknya, untuk biaya pengobatan ibunya sendiri saja, MH telah lupa. Y menduga, uang hasil kerja MH habis untuk hura-hura dengan BMI Taiwan Asal Magetan yang berstatus janda.

“Tapi suami saya kenapa seperti itu mas balasannya… sakit… Ya Allahh … ” penuturan Y terhenti oleh tangisnya. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner