Demi NKRI dan Minat WNI Mencoblos di Luar Negeri

Prime Banner

ApakabarOnline.com  – Antusiasme warga negara Indonesi (WNI) yang tinggal di luar negeri untuk menyuarakan hak pilih pada Pemilu 2019 sangat tinggi. Para pemilih harus menempuh perjalanan panjang dengan risiko yang tidak kecil.

Salah satunya yang dilakukan oleh Ibu Ani Yudhoyono, istri dari Presiden Indonesia dua periode mencoblos di National University Hospital (NUH) Singapura. Ani didampingi oleh suaminya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga mencoblos di Singapura pada Pemilu 2019, Minggu (14/4/2019).

SBY tiba di KBRI yang berada di Chatsworth Road pada pukul 16.30 waktu setempat. Presiden yang menjabat selama dua periode itu di dampingi oleh Rocky Gerung beserta dengan rekan lainnya.

SBY menyatakan kebahagiannya setelah menyalurkan hak suaranya meski dilakukan di luar negeri. “Secara pribadi tahapan pencoblosan berjalan lancar, dan saya juga senang melihat antusias saudara-saudara kita, rakyat Indonesia dengan semangat besarnya menyalurkan hak suaranya,” katanya, seperti yang dilansir Antara, Minggu (14/4).

Selain dirinya, Ani Yudhoyono yang sedang menjalani perawatan juga turut menyalurkan hak politiknya di rumah sakit. “Ibu Ani sadar akan pentingnya hak suaranya. Oleh sebab itu, meski sakit tetap mencoblos,” tuturnya.

Tak lupa, SBY dalam kesempatan itu meminta kepada masyarakat untuk mendoakan kesembuhan sang istri. SBY juga berpesan, bagi WNI yang sudah terdaftar di DPT untuk dapat menyalurkan hak suaranya pada 17 april 2019.

 

Perjalanan 5 Jam

Perjuangan panjang dilakukan biarawati bernama Anjelin yang harus menempuh perjalanan darat selama 5 jam menuju lokasi pencoblosan di Ethopia. Kebetulan tempat pemungutan suara (TPS) berada di Kedutaan Besar di Addis Ababa. Anjelin telah mengabdi di gereja Katolik di desa Chole, wilayah Oromia selama 11 tahun.

“Saya sengaja datang dari desa yang terletak sangat jauh dari kota Addis Ababa karena ingin menggunakan hak suara saya sebagai warga negara Indonesia yang baik. Jalan ke desa saya tidak bagus, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama bagi saya untuk menempuh jarak 300 km. Saya kesini diantar oleh seorang sopir”, kata Suster Anjelin ketika berbincang-bincang dengan Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika di KBRI Addis Ababa pada hari Minggu (14/4), hari pemungutan suara di TPS Addis Ababa.

Berbeda dengan di Lebanon, KBRI di Beirut menyiapkan penjemputan khusus kepada WNI lantaran akses menuju TPS tidak mudah. KBRI Beirut berada di kawasan Baabda yang teralienasi dari pusat kota.

Salam Hajriyanto Y. Thohari, Duta Besar LBBP RI di Beirut menjelaskan, untuk sampai ke TPS WNI harus melewati beberapa check point karena gedung KBRI berada di area Ring 1 keamanan karena berdekatan dengan Istana yang sekaligus kediaman Presiden Lebanon Jenderal Michel Aoun.

“Untuk melawati setiap check point orang harus menjawab beberapa pertanyaan terlebih dahulu dengan kemungkinan permintaan menunjukkan bukti-bukti otentik seperti undangan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media, Minggu (15/4)

Menurutnya, pemilu di Luar Negeri benar-benar menjadi ajang silaturahim dan kerukunan Warga Negara Indonesia yang sedang berada jauh dari Tanah Air. Warga negara Indonesia di Beirut memang hanya sekitar 1700 orang. Sebanyak 1.310 orang di antaranya adalah Prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon sebagai Kontingen Garuda (KONGA) XXVIII-K/UNIFIL 2019.

Meskipun tidak ikut  memilih banyak prajurit TNI yang ikut bergembira dengan hadir di KBRI bersama para pemilih  untuk mengobati rasa rindu pada keluarga dengan bertemu masyarakat Indonesia lainnya.

Di Lebanon, sesuai dengan data yang dimiliki oleh PPLN Beirut, jumlah pemilih adalah sebanyak 188 orang yang terdaftar dalam DPT, namun 10 orang telah meminta surat pindah memilih, sehingga jumlah pemilih di Lebanon adalah sebanyak 178. Selain itu terdapat 6 orang pemilih tambahan (menggunakan formulir A5) dan 19 orang pemilih khusus.

Sementara di Inggris, sejak Minggu (14/4) pagi  ribuan WNI berbondong-bondong mendatangi TPS yang berada di KBRI London untuk menggunakan hak pilihnya. Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia, Rizal Sukma mengatakan, terdapat 3 Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) yang dibangun di dalam gedung KBRI London untuk menampung sekitar 1.850 orang pemilih.

“Saya bersyukur pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 2019 di Inggris berlangsung tertib . Saya juga senang melihat antusiasme warga Indonesia di Inggris dalam menjalankan hak konstitusinya”, pungkasnya dalam keterangan tertulis yang diterima media Minggu (15/4).

Dubes RI mengapresiasi kerja keras PPLN dan KPPSLN sejak mulai persiapan hingga pelaksanaan pemilu sehingga dapat berjalan lancar. Meski diakui adanya tantangan dan permasalahan, namun Dr Rizal Sukma meyakini bahwa PPLN akan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Tercatat sejumlah 7.599 orang pemilih di Inggris dan Irlandia, dengan rincian sebanyak 1.849 orang memilih di TPSLN dan 5.750 orang memilih melalui pos. Pemilihan dilakukan melalui 2 metode yaitu datang langsung ke TPSLN dan melalui pos. [Fuad Rizky]

You may also like...