Prime banner

NGAWI – Pelayanan tidak memuaskan di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia dialami oleh seorang BMI Makau asal Kendal Ngawi Jawa Timur. BMI yang memiliki nama panggilan Lilik ini terbang dari Makau menuju Surabaya transit di Kuala Lumpur pada Kamis (12/10) kemarin. Akibat insiden ini, Lilik ketinggalan pesawat.

Saat pesawat yang ditumpangi tiba di Kuala Lumpur, Lilik beserta seluruh penumpang lainnya turun meninggalkan pesawat. Lilik Transit di kuala lumpuur sekitar 7 jam. Melewati pintu pemeriksaan, tidak ada masalah. Namun, saat akan check in untuk melanjutkan penerbangan dengan maskapai yang sama, di pintu pemeriksaan, Lilik ditahan oleh petugas keamanan Bandara lantaran ditemukan benda asing di organ kewanitaannya.

Sembunyikan Sabu Di Organ Intim, BMI Asal Sragen Di Ringkus Digelandang ke Ditreskoba Polda Jatim

Oleh petugas, Lilik digelandang ke ruang pemeriksaan dengan diborgol tangannya. Sesampai di ruang pemeriksaan, Lilik  ditanyai perihal benda yang ada di organ kewanitaannya.

“Saya menjawab, saya sedang memakai tampon. Tapi petugas tidak percaya” tutur Lilik dengan nada kesal.

Berjam-jam lamanya Lilik diterlantarkan petugas sampai pergantian shift dilakukan. Petugas yang bertugas di shift selanjutnya, melanjutkan pemeriksaan terhadap Lilik dengan mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Setelah datang seoorang petugas perempuan, Lilik dibawa masuk ke ruangan tertutup dan dilakukan pemeriksaan manual. Kemudian benda yang ada di organ kewanitaan Lilik dikeluarkan untuk diteliti.

Proses meneliti benda tersebut memerlukan waktu sekitar 2 jam, sampai dengan saat petugas itu kembali dan menyatakan, bahwa benda tersebut bukan benda terlarang.

“Saat mereka kembali, mereka bilang, ternyata benda ini bukan benda terlarang. Kami kira kamu menyembunyikan narkotika” begitu katanya.

Selanjutnya, L dibebaskan, borgol dilepas dan Lilik dikembalikan ke ruang tunggu keberangkatan. Namun, pesawat yang ditumpangi L sesuai dengan tiket yang dia beli telah terbang meninggalkan Kuala Lumpur hampir 7 jam sebelumnya. Saat Lilik kembali kepada petugas yang memeriksanya, Lilik kemudian disuruh membayar sejumlah uang, untuk diuruskan tiket pengganti ke kantor maskapai keesokan harinya.

Malam itu, Lilik terpaksa menginap di bandara dengan perasaan dongkol. Tidak ada kompensasi hotel, tidak ada kompensasi makan. Raga lelah Lilik terpaksa bertahan di kursi ruang tunggu keberangkatan sampai keesokan harinya, sebuah pesawat membawanya terbang ke Surabaya.

“Saya sangat dirugikan, tapi mau bagaimana, kemarin itu saya juga mangkel, dan lelah. Tidak ada permintaan maaf, tidak dikasih tempat istirahat, tidak dikasih makan, apalagi ganti rugi” keluh Lilik.

Kepada Apakabaronline.com, Lilik mengaku kecewa dengan ketidak profesionalan petugas keamanan Bandara Internasional Bandara Kuala Lumpur. Dirinya merasa trauma jika nanti saat kembali ke Makau harus melewati Kuala Lumpur. [Asa]

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner