Prime banner

HONG KONG – Kabar perihal meninggalnya seorang pekerja migran Indonesia (PMI) wanita atau yang dulu lazim disebut dengan TKW di Hong Kong kembali terdengar. Sejak hari selasa (30/01) petang kemarin, ApakabarOnline.com mendengar dari seorang pembaca, namun belum bisa diverifikasi validitasnya. Siang ini, kabar duka ini tersiar luas di soosial media, kalangan pekerja migran di Hong Kong, perihal meninggalnya PMI bernama Parti asal Ponorogo pada Selasa siang kemarin.

5 Tahun Pertama Habis Untuk Membiayai Suami, 3 Tahun Setelahnya Habis Untuk Melunasi Hutang Teman Yang Melarikan Diri

Dihimpun dari keterangan beberapa teman almarhumah melalui akun sosial media mereka, sebelum meninggal, Parti diketahui sedang menjaga majikannya yang telah berussia lanjut di sebuah rumah sakit. Siang itu, Parti bermaksud pulang ke rumah majikan untuk mengambilkan beberapa keperluan. Saat akan kembali lagi ke rumah sakit, dalam perjalanan, Parti tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.

Kondisi parti diketahui oleh seorang warga yang melintas di lokasi kejadian, kemudian oleh warga tersebut dipanggilkan bantuan dadurat dan Parti dilarikan ke rumah sakit. Namun, sesampai di rumah sakit, nyawa Parti tidak bisa diselamatkan. Sore hari kemarin, Parti dinyatakan meninggal dunia.

Diungkapkan oleh beberapa teman almarhumah, PMI asal Ponorogo ini diduga kelelahan dan kedinginan, mengingat suhu di Hong Kong saat ini sedang dalam kondisi dingin sekali, sedangkan Parti berada dalam kondisi lelah setelah mengurusi majikan yang mendapat perawatan.

Berkaca dari kejadian ini, hati-hati temans, jaga diri dan stamina melewati dinginnya suhu negeri beton saat ini. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner