Prime banner

KARANGANYAR – Murtini, Warga Sabrang Karangpandan Karanganyar yang sempat bekerja selama 4 tahun di Hong Kong harus menerima kondisi yang menimpanya tanpa sedikitpun bisa bernegoisasi terkait dengan haknya. Menurut penuturan keluarganya, Murtini dipulangkan pada September 2014 secara tiba-tiba sampai di rumah naik angkutan umum dari Bandara Solo.

“’Aku arep dipangan babi karo asu, Mbok’ gitu yang dia katakan berkali-kali saat sampai rumah” terang Tumpi, ibunda Murtini.

Tumpi menambahkan, Murtini pulang dalam kondisi jiwanya tidak sehat. Entah apa penyebabnya, keluarga tidak ada yang mengetahui.

“Kami tidak berpikiran mau mencari tahu, sebab kami tidak tahu mau kemana akan mencari tahu. PT yang memberangkatkan dia saya juga tidak tahu, apalagi nama agen dan majikannya di Hong Kong. Wong saya ini baca a b c saja tidak bisa” lanjut Tumpi.

Sejak sampai di rumah pada September 2014 silam, berbagai upaya telah dilakukan Tumpi demi membebaskan Murtini dari gangguan halusinasi yang membuat Murtini nyaris hampir 100% lost dengan realitas hidup manusia di sekitarnya.

“Kami sudah habis-habisan untuk membawa Sendhuk ke Kyai, Orang pintar pokoknya siapa saja yang disebut bisa mengobati, saya datangi. Tapi hasilnya malah tambah parah. Seluruh tabungannya Sendhuk juga sampai ludes tak tersisa, bahkan sebidang tanah di sebrang sana, sudah kami jual untuk menutup biaya pengobatan. “ terang Tumpi.

“Dulu kami pernah dikasih kartu pengobatan gratis dari pemerintah, tapi kami hanya disuruh berobat di puskesmas, tidak ke rumah sakit. Tapi pengobatan di Puskesmas tidak saya lanjutkan karena setelah minum obat dari Puskesmas, saya tambah takut dengan kondisi anak saya. Katanya ndredeg, gemeteran dan sehari-hari hanya tidur terus” lanjutnya.

Beruntung, Murtini selama setengah tahun terakhir bertemu dengan Ustadz Muhaimin yang merupakan Aktifis Dakwah di Karanganyar. Oleh Ustadz Muhaimin, Murtini diberikan terapi dan pengobatan thibbunnabawi.

“Secara rutin, kami melakukan rukyah dan memberinya beberapa ramuan herbal. Alhamdulilah, bu Murtini sudah mulai membaik sejak mau rutin berdzikir setiap dirinya merasa akan didatangi halusinasi. Andaikan bu Murtini sudah mau men gerjakan sholat dengan kesadarannya, Insyaallah proses pengobatannya akan lebih mudah dan cepat” terang Ustadz Muhaimin.

Ustadz Muhaimin menduga, berdasarkan hal yang kasat mata beliau temukan, kemungkinan besar, selama di Hong Kong Murtini kena pengaruh sebuah proses ritual di rumah majikannya sehingga pengaruh tersebut masuk dan mempengaruhi alam bawah sadarnya.

“Bu Murtini mengaku, sering ketakutan saat di rumah majikannya, semua orang yang ada berkepala binatang semua. Ada yang berkepala babi, ada yang berkepala anjing. Ini halusinasi yang pasti ada sebabnya. “ imbuh Ustadz Muhaimin.

Sebagai seorang perantau, komunitas pekerja migran menurut Ustadz Muhaimin sangat rawan terkena gangguan jin dan setan. Karena itulah, belajar dari musibah yang menimpa Murtini, Ustadz Muhaimin menganjurkan, khususnya kepada para pekerja migran agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghindari amalan-amalan sesat.

“Dekatkan diri pada alim ulama supaya kita aman, sehat jasmani dan rohani, serta selamat dunia akhirat” pungkasnya. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner