Prime banner

BATANG – Long Distance Relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh, seringkali membawa beban ujian yang berat. Terlebih lagi, jika salah satu pasangan tidak memiliki komitmen yang kuat. Hal fatal seringkali terjadi sebagai akibat.

Seperti yang baru saja terungkap dan viral di sosial media, sebuah insiden kejam menimpa rumah tangga pekerja migran Indonesia asal Subah Batang Jawa Tengah. Seorang ibu rumah tangga, Nur Saskia Wati (17) warga Desa Gondang, Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia 2,5 tahun.

Korban dibunuh dengan cara di cekik dan dibekap dengan bantal. Seusai tak bernyawa, korban selanjutnya dibaringkan diatas kasur di kamarnya dengan ditutupi selimut. Kemudian ditinggal pergi keluar rumah.

Pelaku sempat menggali lubang di belakang rumahnya yang diduga akan digunakan untuk mengubur anak balitanya. Namun, kecurigaan mertua pelaku yang datang ke TKP meenggagalkan upaya pelaku untuk menguburkan korban.

Mertua pelaku yang sekaligus nenek korban, sudah terbiasa datang ke rumah tersebut. Hingga, di hari naas Minggu kemarin (11/02), mertua pelaku yang masuk ke dalam rumah menaruh curiga terhadap kondisi pintu kamar yang digembok dari luar. Hal tersebut diluar kebiasaan.

Dengan bantuan beberapa tetangga, mertua pelaku mendobrak pintu kamar, dan mendapati jasad cucu laki-lakinya diatas kasur diselimuti selembar kain.

Menemukan kondisi cucunya telah tak bernyawa, mertua korban langsung melaporkan ke Mapolsek Subah.

Dikutip dari kantor berita RMOL, Kapolres Batang, AKBP Edi S Sinulingga, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan dan dimintai keterangan,” kata Kapolres Batang

Di sosial media, berawal dari unggahan akun instagram @ndorobei, diungkapkan, modus yang melatarbelakangi pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Saskia ini karena kehadiran pria idaman lain atau PIL, sedangkan suami Saskia masih bekerja di Malaysia. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner