Prime banner

HONG KONG – Otoritas Hong Kong melalui badan pengawan obat dan makanan mengeluarkan larangan peredaran dan penggunaan produk pemutih merk Poonia. Hal ini dilakukan, setelah pada akhir Desember tahun kemarin, poly kulit Kwong Wah Hospital menemukan pasien penderita edema.

Setelah dilakukan penelusuran, pasien tersebut positif menderita edema karena disebabkan oleh produk pemutih bermerk Poonia tersebut. Oleh korban, produk tersebut telah digunakan selama tiga bulan lamanya. PRT Asing berusia 26 tahun yang tidak disebutkan jatidirinya tersebut mengaku membeli produk pemutih merk Poonia di Chung King Mansion, Tsim Sha Tsui.

Setelah dilakukan uji labolatorium, produk tersebut memiliki 9456 kali lebih besar kadar merkuri yang dapat ditoleransi oleh tubuh manusia. Dalam jangka panjang, merkuri dapat merusak sistem saraf dan ginjal. Gejalanya meliputi tremor, kegelisahan, insomnia, kehilangan memori, sulit berkonsentrasi, kehilangan pendengaran, kehilangan penglihatan dan perubahan rasa. Gagal ginjal serius dapat terjadi.

Pada April 2017 silam, kejadian serupa menimpa seorang pekerja migran yang bermaksud ingin mempercantik diri lantaran sebulan lagi hendak melangsungkan pernikahan. Namun sayang, kosmetik yang digunakan PMI tersebut mengandung bahan kimia berbahaya sehingga hasilnya bukan wajah mulus dan cantik yang didapatkan, melainkan wajah mengelupas seperti luka bakar.

Pakai Kosmetik Abal-Abal, Wajah Seorang PMI Seperti Terbakar

 

Apa Itu Penyakit Edema ?

Penyakit edema dalam istilah awam biasa disebut sembab merupakan istilah yang digunakan pada kondisi medis berupa pembengkakan jaringan lunak. Pembengkakan ini dapat terjadi sebagai akibat dari akumulasi cairan yang berlebihan di dalam jaringan lunak tubuh seperti di bawah kulit.

Dalam ilmu kedokteran, Mediskus mendefinisikan edema adalah akumulasi abnormal cairan di dalam ruang interstitial (celah di antara sel) atau jaringan tubuh yang menimbulkan pembengkakan. Pada kondisi yang normal secara umum cairan tubuh yang terdapat diluar sel akan disimpan di dalam dua ruangan yaitu pembuluh darah dan ruang – ruang interstitial. Apabila terdapat gangguan pada keseimbangan pengaturan cairan tubuh, maka cairan dapat berakumulasi berlebihan di dalam ruang interstitial sehingga menimbulkan edema. Namun apabila cairan sangat berlebih maka kelebihan cairan adakalanya dapat berkumpul di ruang ketiga yaitu rongga – rongga tubuh seperti perut dada dan rongga perut, paha bahkan betis. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner