Prime banner

HONG KONG – Ratusan pekerja migran Filipina di Hong Kong harus tertunda kepulangannya untuk merayakan liburan natal di kampung halaman lantaran tiket pesawat yang telah mereka bayar jauh-jauh hari sebelummnya, tidak bisa digunakan.

Peristiwa ini terungkap sejak beberapa hari yang lalu, saat beberapa pekerja Filipina check-in di bandara Internasional Hong Kong sesuai dengan jadwal penerbangan ke Filipina ya ng telah mereka pesan jauh jauh hari sebelumnya, namun petugas maskapai menyatakan, bahwa pemegang kwitansi pembayaran dari Peya Travel tidak terdaftar telah membayar tiket ke maskapai.

Cintanya Dengan Domestic Worker Bermasalah, Martin Nekat Potong Penisnya Sendiri

Kejadian ini beruntun, beberapa waktu berselang, bahkan hingga hari ini, seluruh pekerja Filipina yang membeli tiket di agen tiket Peya Travel, seluruhnya mendapat tiket bodong sesampai di Bandara.

Mereka berusaha menghubungi pihak Peya Travel melalui telpon dari Bandara, namun, sambungan tidak berhasil. Akhirnya satu persatu dari mereka mendatangi kantor Peya Travel di Central, hingga tampak kerumunan yang penuh sesak.

Tragedi Vibrator Majikan, Begini Perkembangannya di Pengadilan

Khawatir terjadi sesuatu, Polisi mengamankan lokasi tersebut. Pihak Peya Travel tidak bisa memberi penjelasan apa-apa selain meminta maaf atas insiden tersebut, dan bersedia mengembalikan uang yang telah dibayarkan pada 21 Desember ini setelah mendapat tekanan dari Konsulat Filipina di Hong Kong.

Tampak dalam foto-foto maupun video streaming pemberitaan media lokal Hong Kong, ekspresi pekerja migran Filipina yang beragam. Dari marah-marah, hingga menangis sedih. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner