Prime banner

HONG KONG – Kegigihan Sunik Atin, buruh migran Indonesia korban terlindas mobil, patut dijadikan contoh. Dua tahun dia berjuang sendirian untuk menuntut kompensasi, dan berhasil.

“Akhirnya, saya menerima kompensasi dari Pemerintah Hong Kong HK$160,000,” kata Sunik Atin kepada Apakabar Plus, Selasa (9/6).

Seperti diberitakan tabloid ini sebelumnya, pada 6 Januari 2013 silam kaki Sunik Atin terlindas mobil di Kesswick Street, jalan seberang Indonesia Building, Causeway Bay. Sejak saat itu, BMI asal Malang, Jawa Timur, tersebut berupaya mencari pertolongan agar ia bisa menuntut sopir mobil pelindas kakinya. Termasuk, meminta tolong BMI lain yang melihat kejadian untuk bersaksi, menguatkan klaimnya. Namun, semua itu sia-sia.

Akhirnya, ia berjuang sendirian, mengejar haknya sebagai korban. Usahanya tidak sia-sia, berkat bantuan Social Welfare Department Hong Kong.

Setelah kejadian, kaki Sunik Atin dioperasi. Setelah berisitirahat selama 6 bulan dan menjalani terapi, akhirnya dia bisa berjalan lagi.

Awalnya, dia menerima kompensasi dari Pemerintah Hong Kong sebesar HK$96,128. Kompensasi itu dihitung dari jumlah waktu istirahat yang harus dia lalui serta biaya terapi dan operasi.

Setelah menerima uang kompensasi itu, petugas Social Welfare Department yang membantunya menanyakan apakah dia akan tetap menuntut ke pengadilan. Dia jawab, “Ya.”

“Saya pun dibantu Legal Aid Department dan disuruh menunggu,” ujarnya.

Dia mengaku, selama penantian panjang itu dirinya jenuh juga. Namun, kejenuhan itu dilawannya. Kabar gembira datang nyaris dua tahun dia menunggu.

“Akhirnya, pada September 2014 aku dipangil pengacara untuk pertama kalinya. Saya diminta bercerita tentang kecelakaan yang menimpa saya,” kata Sunik Atin.

Pada 16 Desember 2014, dia kembali dipanggil dan ditawari kompensasi HK$80,000, namun ia tolak. Pada 16 Januari 2015, ia dipanggil lagi dan ditawari kompensasi HK$120,000. Tawaran itu kembali ia tolak.

“Pada 20 Januari 2015, saya ditawari HK$160,000. Akhirnya saya terima tawaran itu,” ujarnya.

Kompensasi HK$160 yang diberikan kepadanya dipotong sebesar HK$96,128 yang dia pernah terima paska terapi, sekitar 6 bulan setelah kecelakaan. Sisanya, dia terima setelah kesepakatan.

“Pada 23 Maret 2015, uang ditransfer ke saya sebesar HK$50 ribu. Dan Alhamdulillah, pagi ini ada surat dari Pemerintah Hong Kong yang memberitahukan bahwa uang sisanya sudah ditransfer sebesar HK$13,872,” kata Sunik Atin.

Ia menegaskan, selama menjalani proses penuntutan, tidak dimintai dan dikenakan bayaran sepeserpun. Baik oleh Social Welfare maupun oleh Legal Aid. “Inilah perjuangan panjang saya,” ujarnya.

Ia bersyukur, memiliki majikan yang mengerti dengan perjuangannya itu. Majikan tetap mempekerjakannya, memberinya waktu untuk mengurus kasus, dan tetap menggajinya.

“Bagi teman-teman BMI yang membutuhkan pertolongan Social Welfare, saya bersedias membantunya,” kata Sunik Atin. [Razak]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner