Prime banner

TANGERANG – Seorang  pekerja migran Indonesia (PMI), dahulu disebut TKI, tega membuang mayat bayinya berjenis kelamin lelaki di tong sampah toilet Pesawat Etihad EY 474 setelah mendarat di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (6/1/2017) sore.

Petugas kebersihan pertama kali menemukakan bayi malang yang sudah meregang nyawa itu.

“Cleaning service yang pertama kali mengetahui adanya sesosok bayi di dalam tong sampah yang berada di toilet Pesawat diketahui berjenis kelamin lelaki,” kata Kapolres Bandara Soetta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Minggu (7/1/2017).

Terkait temuan itu, polisi kemudian bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat. Dari hasil pemeriksaan, penyidikan mengarah kepada seorang penumpang perempuan bernama Hani (37), asal Jawa Barat, yang diduga nekat menggugurkan kandungannya di dalam pesawat.

“Yang bersangkutan diduga telah melakukan aborsi dan membuang bayinya ke toilet di Pesawat Etihad,” kata Yusep.

Polisi juga telah menerima laporan kru pesawat yang menyebutkan, jika Hani sempat mengeluh sakit di bagian perut dan mengalami pendarahan ketika pesawat tersebut baru transit di Bandara Bangkok, Thailand. Dan terduga disarankan berobat di Bangkok.

Lebih lanjut Yusep mengatakan, pelaku mengaku tidak mengaborsi bayi malang tersebut. Saat tengah di toilet pesawat, Hani mengaku tiba-tiba merasakan sakit di bagian perut dan sang bayi keluar begitu saja.

“H mengaku ia tidak melakukan usaha untuk mengaborsi bayinya, saat sedang di toilet pesawat, sang bayi tiba-tiba keluar begitu saja,” ujarnya.

Kini, Polisi masih menunggu kondisi Hani yang masih dalam proses perawatan dan pemulihan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

“Pelaku kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun, Undang-undang Kesehatan ancaman hukuman 10 tahun, dan Undang-undang aborsi juga,” Yusep memungkas. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner