Hanya Perlu Waktu Enam Menit, Akun Whatsappmu Bisa Dijebol

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Berbicara soal keamanan digital, tampaknya sudah tidak ada lagi celah untuk kamu menggunakan aplikasi smartphone secara aman. Apalagi, kini banyak beredar kabar bahwa sudah ada yang mampu meretas aplikasi chatting. Benarkah? Aplikasi chatting apa yang sudah mampu dijebol ?

Banyak! Namun, salah satu aplikasi chatting yang menjadi idaman para hacker adalah WhatsApp. Benar, aplikasi WhatsApp memang selalu menjadi incaran bagi para hacker profesional maupun orang yang baru ingin coba-coba belajar meretas. Maka dari itu, tampaknya kamu harus lebih waspada untuk membicarakan hal penting di WhatsApp dan juga Telegram.

Aplikasi WhatsApp sendiri sudah menggunakan end-to-end encrypted, bahkan aplikasi Telegram yang kurang populer di Indonesia saja sudah mengusung fitur keamanan tersebut. Namun, apakah kamu begitu yakin kalau kedua aplikasi ini sudah benar-benar aman?

Begini, kedua aplikasi yang telah dibesutkan fitur end-to-end encrypted ini tetap memiliki satu sisi yang sangat rentan untuk dijebol. Sisi tersebut terletak pada hardware, yang mana dengan sisi inilah para hacker bisa mencoba untuk membajak WhatsApp dan juga Telegram.

 

Apa sih Sisi Kerentanan Tersebut?

Pertanyaan yang pintar. Sisi kerentanannya itu terletak pada Signalling System 7, atau biasa disebut dengan SS7. Teknologi ini digunakan pada operator telekomunikasi, di mana keamanan yang tinggi dari sistem perpesanan dan telepon bergantung pada SS7. Jadi, apa itu SS7?

SS7 adalah seperangkat protokol signalling yang dikembangkan pada tahun 1975, dan digunakan untuk mengatur serta menyediakan pembangunan hubungan ke telekomunikasi yang terdepan. Selain itu, SS7 juga melakukan sejumlah peningkatan seperti portabilitas nomor lokal, sistem penagihan prabayar, SMS, dan layanan berbau jaringan lainnya.

Nah, SS7 sendiri rentan untuk diretas, dan ini sudah diketahui sejak tahun 2008 silam. Pada tahun 2014, banyak media teknologi melaporkan kerentanan dari protokol SS7. Dalam laporan menyatakan bahwa lembaga pemerintahan atau orang jahil lainnya mampu melacak gerakan pengguna ponsel di lokasi mana pun di dunia ini dengan persentase keberhasilan mencapai 70 persen.

Bahkan, penyadapan dapat dilakukan dengan menggunakan protokol ini. Penyadapan tersebut pun memungkinkan para hacker untuk membuat panggilan ke masing-masing operator yang digunakan oleh korban. Kemudian hacker meminta operator tersebut untuk melepaskan kunci enkripsi sementara waktu, untuk membuka komunikasi yang tidak bisa diproses. Mengerikan bukan?

 

Mau Lihat Bagaimana WhatsApp dan Telegram Berhasil Di-hack?

Setelah membaca penjabaran di atas, apakah kamu masih merasa bahwa aplikasi chatting seperti WhatsApp dan Telegram itu aman untuk digunakan? Kalau kamu mau tahu bagaimana sistem cacat dari SS7 berhasil meng-hack aplikasi WhatsApp, kamu bisa melihatnya pada video di bawah ini.

 

 

Hanya dalam waktu beberapa menit, WhatsApp sudah berhasil di-hack! Bayangkan saja, jika ada yang mampu melakukan hal ini, maka jelas sudah kamu harus lebih memperhatikan apa yang ingin kamu bicarakan di aplikasi WhatsApp. Oh ya, bagaimana dengan peretasan di aplikasi Telegram ya?

 

 

Setelah hacker berhasil meretasnya, kini hacker tersebut mempunyai wewenang penuh untuk mengatur akun WhatsApp dan Telegram kamu. Hebatnya, sang hacker mampu mengelabui jaringan telepon, di mana operator akan percaya kalau hacker memiliki nomor yang sama dengan sang korban. Selanjutnya, manusia super culun pun akan mampu memata-matai akun kedua aplikasi tersebut dengan mudah.

Hal yang lebih mengerikannya lagi adalah hacker tersebut mampu mengirim pesan atas nama korban, dan membaca pesan rahasia yang ditujukan untuknya tanpa harus memecahkan protokol enkripsi yang kuat. Sangat mudah bukan untuk menjebol akun WhatsApp dan Telegram? Apakah kamu bisa melakukan hal seperti ini? [J Heri]

You may also like...