Prime banner

JAKARTA – Madrasah dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, diniyah, dan perguruan tinggi Islam adalah garda terdepan kampanye moderasi Islam di Indonesia. Sekolah berbasis agama ini harusnya jadi bagian kebijakan strategis pendidikan nasional.

“Bukan lagi sebagai subsistem,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi, Mastuki, dalam siaran persnya belum lama ini.

Sebab, Madrasah memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki sistem pendidikan lain. Di antaranya, memiliki keunggulan dalam integrasi agama dan sains yang dibutuhkan generasi bangsa ini. Selain itu, sebagai afirmatif kalangan ekonomi rentan.

“Dibuktikan dengan biaya pendidikan yang murah terjangkau. Selain itu, kelebihan madrasah terletak pada fungsinya melahirkan kelas menengah muslim yang aware terhadap nilai kebangsaan dan NKRI,” tambahnya.

Selama ini, pendukung utama madrasah adalah masyarakat muslim yang berada di pedesaan dan kampung-kampung. Namun, dalam perkembangannya, madrasah kini bisa tampil sebagai lembaga pendidikan pilihan masyarakat muslim perkotaan.

“Fenomena madrasah di perkotaan seiring dengan bangkitnya kelas menengah muslim yang menginginkan anaknya mendapat pendidikan yang bermutu,” ujar Mastuki.

Dan, madrasah juga dapat menyediakan kebutuhan pendidikan bermutu, sehingga kalangan muslim ramai-ramai menyekolahkan anaknya ke madrasah.

Mengomentari banyaknya pendaftar di madrasah dalam ujian masuk berstandar nasional (UAMBN) pada 2018 ini, Mastuki menyatakan, itu sebagai konsekuensi logis membaiknya layanan yang diberikan madrasah dan meningkatnya kepercayaan masyarakat. [Andi Mohammad Ikhbal]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner