Prime banner

KUALA LUMPUR – Benar-benar mesum kelakuan pekerja Banglades di Malaysia ini. Pria Banglades berusia 35 tahun yang berprofesi sebagai sopir taksi dilaporkan oleh seorang BMI yang tidak disebutkan identitasnya telah melakukan pemalakan dan ancaman pemerkosaan.

Informasi yang berhasil dihimpun koresponden Apakabaronline.com di Malaysia menyebutkan, kronologinya, seorang BMI yang pada Kamis (12/10) kemarin sedang menumpang taksi dari kawasan menara kembar ke tempat kontrakannya, di perjalanan dilecehkan oleh sopir taksi berkewarganegaraan Banglades tersebut. Aksi obrolan mesum sopir taksi terekam kamera ponsel korban.

Tanpa “Mat Bangla” sadari, saat Mat Bangla melancarkan serangan mesumnya, BMI tersebut menelpon temannya dengan menggunakan bahasa Jawa yang tidak dipahami oleh “Mat Bangla”. Terhadap temannya, korban meminta bantuan, untuk menjemput di tempat dia turun dari taksi. Namun, di perjalanan, Mat Bangla memutar arah kemudi. Taksi tidak menuju ke tujuan yang disebutkan korban saat pertama kali naik.

Dalam kondisi kamera ponsel masih aktif, terekam insiden perdebatan antara korban dengan pelaku. Pelaku terus melakukan serangan pelecehan verbal disertai ancaman. Korban terus melawan dengan loenuh keberanian. Saat terpaksa berhenti di sebuah lampu merah, korban yang duduk di bangku belakang keluar dari taksi, melarikan diri ke arah pos polisi.

Identitas taksi, dan identitas pelaku sangat mudah dikenali saat korban menunjukkan rekaman video tersebut kepada Polisi. Beruntung, Polisi merespon dengan baik laporan korban. Tidak lama kemudian, “Mat Bangla” harus menginap di hotel prodeo untuk mempertanggungjawwabkan perbuatannya.

Polisi Daerah Kuala Lumpur yang menangani kasus ini menjadikan “Mat Bangla” sebagai tersangka tunggal. Polisi menjerat dengan pasal ancaman kekerasan dan pelecehan seksual. Mat Bangla terancam hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal RM 30.000. Selamat beristirahat di Hotel Prodeo “Mat Bangla”. [Asa/Ilham]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner