Jelang Dibuka Pengiriman PRT Asing ke Hong Kong, 85% Rumah Tangga Majikan Tidak Siap Menanggung Biaya Wajib Karantina

Prime Banner

HONG KONG – Pengiriman pekerja rumah tangga asing ke Hong Kong sejak beberapa bulan belakangan praktis terhenti. Pandemi COVID-19 mengakibatkan situasi tidak kondusif bukan saja di Hong kong sebagai negara penerima PRT asing, namun di negara-negara pengirim seperti Indonesia, Filipina serta beberapa negara lainnya pun juga mengalami situasi serupa. Bahkan relatif lebih mengkhawatirkan dibanding dengan Hong Kong.

Melandainya kasus pandemi COVID-19 di Hong Kong, dimulainya tahapan era new normal, menjadi angin segar bagi industri jasa pengirim pekerja rumah tangga asing.

Namun saat menelisik fakta kongkrit yang terjadi di Hong Kong, agen-agen penyalur menjadi risau terkait dengan protokol wajib, karantina 14 hari.

Mengutip pemberitaan The Standart Hong Kong, setidaknya telah ada 10 ribuan PRT asing yang dalam beberapa bulan kedepan telah siap untuk dikirim ke Hong Kong dari berbagai negara asal. Namun kendalanya, baik agen maupun pihak majikan tidak siap untuk menyediakan fasilitas serta akomodasi karantina 14 hari.

Survey yang dilakukan terhadap 3 ribu majikan oleh Asosiasi agen penyalur menghasilkan fakta, 85% kalangan majikan menyatakan tidak bersedia memberikan fasilitas karantina mandiri terhadap PRT asing di rumahnya dengan alasan fasilitas yang dimiliki tidak memadai.

Fasilitas tidak memadai tersebut antara lain saat CHP memberikan aturan standart untuk tidak menggunakan kamar mandi yang digunakan oleh PRT yang sedang melakukan karantina mandiri, kamar /ruangan karantina yang benar-benar terisolasi tidak berhubungan dengan ruangan lain dan hal-hal lainnya.

Ketua Asosiasi Agen Penyalur PRT Asing di Hong Kong, Chan Tung Fung menyebut, jika solusi dari keadaan (keberatan majikan) diatas dicarikan jalan keluar dengan menggunakan bagian-bagian dari sebuah bangunan pemukiman untuk beberapa diantaranya digunakan menjadi ruang karantina, 95% warga menolak alternatif tersebut lantaran setidaknya ada 200an ribu rumah tangga majikan yang memiliki anggota keluarga abayi, anak-anak, lansia serta orang sakit.

Sementara itu, seandainya karantina dilakukan di Hotel, beban yang ditanggung dirasa sangat berat. Melakukan karantina di Hotel, budget yang diperlukan mencapai HKD 5.000.

Kenyataan tersebut mendorong asosiasi agen mendesak Pemerintah Hong Kong untuk menangani pelaksanaan karantina bagi PRT asing yang akan datang memasuki wilayah Hong kong sebelum bekerja di rumah majikan mereka masing-masing. Mereka berharap, pemerintah Hong Kong mendirikan pusat karantina khusus untuk PRT asing dengan biaya ditanggung oleh pemerintah Hong Kong.  []

You may also like...