Jika Merasa Whatsappmu Diretas, Begini Saran Pakar IT Roy Suryo

Prime Banner

YOGYAKARTA – Jika merasa atau curiga menjadi korban kloning atau penggandaan nomor ponsel yang menjadi korban peretasan di aplikasi pesan WhatsApp jangan sampai mematikan aktivasi nomor induk. Begitu dikatakan politisi Partai Demokrat, Roy Suryo. Dia juga menjadi korban peretasan nomor WhatsApp dengan pola penggandaan nomor.

Lebih-lebih, belakangan ini, aplikasi pesan instan sejumlah politisi tanah air, mengalami peretasan. Setelah akun mereka diambil alih, oknum lantas menggunakannya untuk menyebarkan konten-konten vulgar.

Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, mengatakan, sejumlah pengurus Partai Demokrat juga ada yang menjadi korban peretasan. Dia memperkirakan ada sekitar 12 orang pengurus Partai Demokrat yang akun pesan instan WhatsApp mereka diretas. Di antaranya adalah Sylviana Murni, Imelda Sari, bahkan Ferdinand Hutahaean.

Roy menjelaskan beberapa langkah awal yang harus diambil seseorang ketika menjadi korban peretasan. Yang pertama, jangan panik.

“Jangan mematikan nomor telepon induknya, toh nomor telepon induknya masih bisa digunakan untul komunikasi, misalnya untuk teks atau SMS,” ujar Roy di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Kamis (04/04/2019).

Roy menjelaskan, jika mengetahui nomor sudah diretas, ada baiknya pemilik nomor segera melakukan recovery dengan mencoba mengaktifkan kembali di WhatsApp pada gadget pribadi.

“Kalau memang bisa melakukan upaya untuk melakukan restore atau menarik kembali, misalnya kita dengan mengaktifkan lagi, tolong segera dilakukan,” tuturnya lebih lanjut.

Kalau cara tersebut masih gagal, masih kata pakar telematika ini, pengguna bisa mengaktifkan media sosial lain sambil membuat laporan pada WhatsApp agar nomor tersebut di-suspend dari aplikasi.

“Sebagian orang akan ketawa kalau kita mengaktifkan BBM lagi, tapi menurut saya tidak ada jeleknya kita mengaktifkan seluruh mode komunikasi,” tukasnya. [Kiflan]

You may also like...