April 24, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jumlah Korban Meninggal Bertambah, Pelaku Pengeboman Gereja Surabaya Diduga Satu Keluarga

3 min read

SURABAYA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan para pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya masih memiliki hubungan keluarga.

“Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Dari tadi pagi, tim alhamdulillah sudah [melakukan investigasi],” kata Tito di Surabaya, Minggu (14/5).

Tito menjelaskan satu keluarga yang terdiri dari ayah-ibu dan empat anaknya itu melakukan pemboman di tiga gereja.

D bersama istrinya K dan dua anaknya, berangkat menggunakan Toyota Avanza yang telah dipasang bom. Mobil dikendarai oleh orangtua berinisial D.

Awalnya D menurunkan (mendrop) istrinya berinisial K dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI jalan Diponegoro, dan kemudian D membawa mobil diduga berisi bom menuju Gereja Pantekosta.

Sementara itu, dua anak laki-laki pasangan D dan K, berinisial Y dan Ir, berangkat sendiri menggunakan motor ke gereja Santa Maria.

“Semua adalah serangan bom bunuh diri,” kata Tito.

MENGHARUKAN, 600 WARGA DONORKAN DARAHNYA UNTUK SELAMATKAN KORBAN LUKA TEROR BOM SURABAYA

Menurut Tito, ledakan paling besar terjadi di Gereja Pantekosta, karena menggunakan bom mobil. Setelah semua keluarga di drop, D kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.

Tito belum dapat memastikan latar belakang kelompok tersebut, namun, dia mengatakan mereka tak lepas dari kelompok JAD dan JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia.

“JAD dipimpin Aman Abdurrahman. Kelompok satu keluarga ini terkait JAD Surabaya. Aksi ini kita duga motifnya, ISIS ini ditekan oleh kekuatan dari Barat, Rusia, kemudian memerintahkan semua jaringan di luar, untuk melakukan serangan di seluruh dunia,” kata Tito.

Sementara itu korban jiwa akibat ledakan bom di gereja Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi tadi bertambah. Polda Jatim menyatakan serangan bom di tiga gereja tersebut kini telah menewaskan 11 orang dan melukai 41 korban.

“Perkembangan terbaru satu orang meninggal dunia di Ngagel. Ada 41 korban luka yang dirawat di rumah sakit,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam konferensi pers di Surabaya, Minggu siang.

Barung mengatakan untuk keterangan lebih lengkap akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

[BREAKING NEWS] Blummm… Tiga Ledakan Bom Teror Surabaya

Presiden Joko Widodo, kata Kabid didampingi Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan meninjau korban di RS.

Setelah meninjau para korban di RS, Presiden rencananya juga meninjau lokasi gereja. Namun, setelahnya Presiden Jokowi akan memberikan keterangan terkait bom di Surabaya di Mapolda Jatim.

“Presiden akan beri statement pada media di Gedung Tribrata ini. Didampingi Menkopolhukam, Kapolri, Kepala BIN, Gubernur, Kapolda, dan Pangdam,” tuturnya.

Untuk identifikasi nama korban, umur dan jenis kelamin baik yang di tempat kejadian perkara (TKP) maupun RS, Frans belum bisa menyampaikannya sampai kedatangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Jatim.

“Pengamanan ketat di seluruh gereja. Tidak ada penundaan pada waktu ibadah,” ujarnya.

Frans sebelumnya menuturkan, ledakan pertama terjadi di Gereja Maria Tak Tercela, yaitu pada sekitar pukul 07.30 WIB. Dilaporkan insiden bom bunuh diri tersebut telah menewaskan dua orang termasuk pelaku.

Gubernur Jatim : “Jangan Takut Terorisme”

Ledakan yang hampir bersamaan juga terjadi di GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno pada sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, disusul lima menit kemudian, di GKI Diponegoro Jalan Raya Diponegoro juga terjadi ledakan tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB.

Jumlah korban, Frans menyatakan, masih akan terus diperbarui sesuai keterangan dari pihak Polda Jatim.

Pihak kepolisian masih perlu melakukan pendataan korban karena masih dalam identifikasi. Namun, Frans memastikan tim Polri sudah terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Kami menemukan ada beberapa bom yang belum meledak. Satu bom di jalan Diponegoro dan dua bom aktif yang belum diledakkan di Jalan Arjuno. Saat ini sudah didisposal oleh petugas,” ucap Frans.

Polisi telah meledakkan sebuah benda diduga bom di depan Gereja Kristen Indonesia yang berada di Jalan Diponegoro, Minggu siang. Langkah itu diambil setelah polisi menemukan sebuah bungkusan benda mencurigakan di dekat gereja. [Feri/Yuliana]

 

Advertisement
Advertisement