Prime banner

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mematangkan sejumlah regulasi yang diamanatkan dalam peta jalan perdagangan elektronik (roadmap e-commerce). Dalam pembahasan tersebut, pemerintah memastikan akan memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha over the top (OTT) lokal dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) supaya bisa masuk lebih banyak dalam platform marketplace.

“Implementasi dari peta e-commerce ini sudah berjalan satu tahun dan rasanya perlu dievaluasi, dalam arti bagaimana kita mempercepat realisasinya,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Samuel Pangerapan saat diskusi di Restoran Warung Daun, Jakarta, Sabtu (3//2/2018).

Untuk itu, kata dia, pemerintah sudah membentuk tiga kelompok kerja yang masing-masing dikomandoi oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, serta Kementerian Kominfo. Tiga pokja ini terus mengamati berbagai perkembangan e-commerce terkait gempuran tidak hanya produk-produk luar negeri tapi juga ekspansi perusahaan asing di Indonesia.

“Pemerintah sudah tahu ini dan pemerintah sudah berusaha juga melakukan aksinya dengan cara membentuk tiga pokja baru, di mana itu mensinkronisasikan untuk supaya terealisasi regulasinya lebih cepat,” ucap Samuel.

Terkait masih minimnya produk lokal UMKM, dia mendorong agar UMKM diberikan diberikan edukasi serta pendampingan agar bisa berinovasi dalam produk yang dipasarkan sehingga bisa berkompetisi dengan produk impor.

“Ajak komponen daerah untuk menelaah dalam hal ini. Makin tersosialisasi, makin teredukasi khususnya mereka yang bergerak di ekosistem e-commerce, baik itu UKMnya, start up-nya. Jangan kira investor hanya internasional saja ya, investor lokal juga ada. So, ajaklah mereka, berikan pemahaman apa sih yang sebenarnya mau diinvestasikan ini,” ujarnya.

Aulia Martiono, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) yang juga CEO Blanja.com mengatakan, Kementerian Perindustrian sebenarnya telah membuat kebijakan yang diperuntukkan bagi UMKM yaitu e-Smart. Dalam program ini, nantinya perusahaan penyedia marketplace akan dilibatkan.

“Peluang IKM masuk e-commerce sangat besar dan menurut yang kita lakukan beberapa waktu lalu hasilnya bagus. Tapi, harus ditingkatkan untuk mencapai volume tertentu.,” ucapnya.

Dalam program e-Smart UMKM, kata Aulia, pemerintah mengusung sembilan komoditas unggulan yang akan dikembangkan pemasarannya melalui pasar dalam jaringan, yaitu kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, mebel, herbal dan produk logam.

Tetapi, lanjut Aulia,  masih banyak proses yang harus dilalui untuk mengembangkan e-Smart. Selain itu, dibutuhkan evaluasi agar program ini tidak hanya berlangsung singkat saja, dengan harapan bisa bertahan hingga jangka panjang.

“Jadi, konteksnya itu kita berbicara dengan kementerian bahwa ini skalanya memang masih ahap pertama. Masih memerlukan evaluasi-evaluasi. Kita sadar kok ini bukan sesuatu yang mudah. Dan ini cukup middle, bukan long tapi middle. Tapi, jangan juga minta short 3 bulan sudah ada,” katanya. [Ade]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner