Kasus Positif COVID-19 Terus Bertambah, Bupati Bojonegoro Himbau Warganya agar Sholat Idul Fitri di Rumah

Prime Banner

BOJONEGORO – Sampai dengan hari ini, Kamis (21/05/2020), jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bojonegoro sudah menyentuh angka 39 orang dimana lima orang diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

Peningkatan tajam kasus COVID-19 di bojonegoro belakangan sejak Pemkab Bojonegoro secara masif melakukan pemeriksaan masal terhadap kelompok rentan, terlebih sejak ditemukan transmisi penularan lokal di pasar Bojonegoro.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan himbauan kepada seluruh warga Bojonegoro agar melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah.

Hal tersebut disampaikan saat berbicara dalam sebuah sesi seminar melalui webinar terkait Penanganan Covid-19 di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (20/05/2020) kemarin.

“Kami patuh pada kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, kami sepakat bahwa Bojonegoro sudah membuat surat edaran bahwa sebaiknya salat Idulfitri dilakukan di rumah dan anjangsana bisa dilakukan secara virtual.” terangnya.

Menurut Bupati, jika nantinya tidak bisa atau tetap akan melaksanakan sala idulfitri dan anjangsana, makan harus tetap mengikuti protokoler kesehatan Covid-19, dengan menjaga jarak dan pembatasan orang yang akan anjangsana.

Jika dirasa kurang, harena lama tidak ketemu keluarga, mudah-mudahan Covid-19 ini segera selesai, sehingga bisa salat bareng kemudian bisa anjangsana lagi.

“Itulah sekaligus penguatan bahwa di dalam penanganan Covid-19 ini kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kami patuh menghormati pemerintah pusat kami menghormati propinsi, tapi kita juga melihat konsep lokal dan tradisi lokal, apa-apa yang bisa kita lakukan, sehingga kitalah yang tahu perilaku masyarakat, sosial masyarakat, tradisi dan sebagainya.” kata Muawanah.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Budi Hendrawan SIK MH, berharap agar selama pandemi Covid-19 dan jelang perayaan Idulfitri 1441 Hijriyah, tidak ada pengumpulan massa yang banyak.

“Jadi ini karena pandemi Covide-19 kalau bisa zakat dibagi pada beberapa titik tertentu, sehingga bisa dibagikan langsung ke rumah-rumah warga,” kata Kapolres.

Terkait takbir keliling, Kapolres menegaskan bahwa dalam perayaan Idulfitri 1441 Hijiyah tahun ini, tidak ada takbir keliling. Yang ada takbir di hunian masing-masing, sehingga tidak ada berkumpulnya massa yang banyak.

“Untuk itu kita akan melakukan razia takbir keliling, bila ditemukan akan kita lakukan penindakan.” kata Kapolres.

Dan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, masyarakat diimbau untuk melaksanakan salat idulfitri di rumah. Dan terkait dengan anjangsana atau silaturahmi, diimbau untuk menggunakan teknologi.

“Itu sifatnya imbauan untuk melaksanakan salat idulfitri di rumah dan anjangsana atau silaturahmi menggunakan teknologi.” kata Kapolres AKBP M Budi Hendrawan. []

You may also like...