Prime banner

JAKARTA – Penempatan pekerja migran  Indonesia (PMI) atau yang sebelumnya lazim disebut TKI/TKW  pada 2017 mengalami kenaikan hingga 27.369 orang. Ironisnya, kenaikan itu teralokasi di sektor informal atau di bidang pekerjaan yang berkeahlian rendah. Padahal, pemerintah mengklaim terus meningkatkan PMI berkeahlian khusus agar dapat diserap di sektor formal.

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang dirilis dari laman resminya pada Selasa (30/1/2018), jumlah penempatan PMI pada 2017 sebanyak 261.820 orang, naik hingga 27.369 orang atau 11,7% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebanyak 234.451 orang.

Sayangnya, komposisi untuk sektor formal pada tahun lalu hanya mencapai 118.830 orang, turun hingga 6.346 orang atau sekitar 5,1% dibandingkan dengan posisi pada akhir 2016 sebanyak 125.178 orang.

Sementara itu, sektor informal justru mengalami kenaikan 33.715 atau 30,8% dari posisi akhir 2016 sebanyak 109.275 orang menjadi 142.990 orang. Dengan demikian, porsi sektor formal pada tahun lalu justru lebih tinggi (55%) daripada sektor informal (45%).

Jika menilik dari kelompok lapangan usahanya, penurunan terbanyak ada pada industri pengolahan dari posisi 53.641 orang pada 2016 menjadi 50.679 orang pada tahun lalu. Artinya, ada penurunan hingga 2.962 orang atau sekitar 5,5%.

SEKTOR USAHA 2016 2017 Selisih Persentase

Selisih (%)

Angkutan Pergudangan dan Komunikasi 695 909 214 30,8
Perdagangan Besar, Eceran serta Rumah Makan dan Hotel 6.823 6.858 35 0,5
Pertambangan dan Penggalian 167 440 273 163,5
Bangunan 9.439 9.047 -392 -4,2
Kegiatan yang belum jelas batasannya 1.206 5.075 3.869 320,8
Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan 35.351 35.487 136 0,4
Keuangan, Asuransi, Usaha persewaan bangunan dan tanah 157 122 -35 -22,3
Industri Pengolahan 53.641 50.679 -2.962 -5,5
Listrik,Gas dan Air 126 475 349 277,0
Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan 126.846 152.728   25.882 20,4
TOTAL 234.451 261.820 27.369 11,7

Sumber : BNP2TKI 2018

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner