Prime banner

TULUNGAGUNG – Istikomah mantan BMI Taiwan asal Dusun Bonsari Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung ini nekat mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke dalam sumur tetangga. Terungkapnya kejadian ini, setelah suami korban, Andoko Sugeng, melaporkan ke Mapolsek Kalidawir perihal hilangnya Istikomah dari rumah pada dini hari.

Dilansir dari Tulungagung TIMES, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa  didalam sumur tetangganya sendiri. Korban diduga tewas akibat bunuh diri dengan masuk kedalam sumur yang tidak jauh dari rumahnya.

“Iya benar, ditemukan di salah satu sumur tetangganya setelah dicari kemana-mana,” kata Lin,  kerabat korban.

Lin menceritakan bahwa korban mengalami gangguan mental dan kejiwaan setelah uang hasil bekerja jadi  BMI di Taiwan yang dibawa saudaranya habis digunakan membangun rumah. Dirinya bahkan pernah beberapa kali berusaha bunuh diri, namun selalu bisa di gagalkan.

“Dia pernah mau bunuh diri beberapa kali, namun upayanya gagal. Pernah juga masuk ke sumur tapi masih bisa di tolong,” ungkap Lin

Setelah kepergian Lin dari rumah, keluarga sudah sangat was-was dan sudah menduga jika Istikomah melakukan usaha yang sama yaitu mengakhiri hidupnya

“Saat dia pergi saudara meyakini bahwa dia juga berusaha bunuh diri mengingat berangkat menghilang dini hari, ternyata benar dia ditemukan dalam sumur di timur rumahnya,” tambah Lin.

Sebelumnya, suaminya yang merupakan warga Ngobalan Kecamatan Kalidawir melaporkan bahwa sejak Senin pagi hari 23 oktober 2017 sekitar jam 03.00 WIB,  istrinya yg dalam kondisi kejiwaanya terganggu, dilaporkan telah meninggalkan rumah orang tuanya dari Dusun Bonsari desa Betak.

Laporan tersebut menyebar dengan disertai identitas berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan di posting di beberapa media sosial untuk membantu pencarian. Postingan tersebut sempat menjadi perhatian warganet di Tulungagung dan sekitarnya.

Kapolsek Kalidawir AKP M Ilyas membenarkan kejadian tersebut, menurut Ilyas korban memang mengalami depresi setelah pulang dari Taiwan, namun jika ditanya tidak pernah menjawab.

” Dia memang mengalami depresi setelah pulang dari Taiwan sebagai TKW,” kata M Ilyas.

Selain itu, menurut Kapolsek korban sudah pernah hendak mencoba bunuh diri yakni tahun 2016 lalu yakni dengan  mengiris tangan dan masuk ke sumur, namun usahanya dapat digagalkan.

” Beberapa kali di berobatkan, namun masih belum sembuh. Bahkan dua hari setelah peristiwa ini, korban di undangkan dokter dari RSJ Malang,” ungkap M Ilyas.

Setelah jenazah diangkat, polisi beserta tim medis melakukan pemeriksaan, kondisi korban tidak ditemukan bekas penganiayaan dan langsung bisa dimakamkan setelah membuat surat pernyataan bersama. [Asa/Anang-Tulungagung TIMES]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner