Prime banner

SURABAYA – Petugas imigrasi di Terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya dibuat repot penumpang bernama Samsul (bukan nama sebenarnya) Minggu pagi (7/1). Samsul uring-uringan karena tertinggal penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Pria yang mengaku tinggal di Madura itu seharusnya berangkat menggunakan maskapai Air Asia pukul 05.05. Sebenarnya, dia sudah check in. Paspornya juga sudah dicek petugas imigrasi. Namun, ketika menunggu jadwal penerbangan, dia ketiduran di ruang tunggu terminal internasional. Alasannya, dia mengatakan kedinginan.

”Yang bersangkutan mengaku baru kali pertama naik pesawat dan ke luar negeri,” ujar Kepala Seksi Unit C Kantor Imigrasi Juanda Yosa Anggara.

Sebenarnya, petugas maskapai sudah berulang-ulang memanggil Samsul melalui pengeras suara agar segera masuk ke pesawat. Namun, tidak ada respons. Tampaknya, dia tertidur begitu pulas. Pesawat pun berangkat. Alamaak… Samsul baru terbangun tiga jam kemudian.

Dia panik, kemudian melapor ke petugas maskapai. Petugas sudah menjelaskan bahwa Samsul ketinggalan pesawat. Namun, Samsul tidak bisa menerimanya. Yosa mengatakan bahwa Samsul malah marah-marah kepada petugas.

”Kenapa saya tidak dibangunkan?” ucap Yosa menirukan pertanyaan yang dilontarkan Samsul.

Petugas tidak bisa banyak membantu. Dia lantas diantar kembali ke ruang imigrasi. Di sana dia malah menangis tersedu-sedu karena batal berangkat kemarin pagi. Samsul kemudian meminta petugas imigrasi agar menghubungi pesawat tersebut untuk balik ke Juanda dan menjemputnya.

Dampaknya, petugas malah kebingungan. Petugas berusaha menjelaskan bahwa pesawat sudah sampai ke tujuan. Namun, dia tetap ngotot. Samsul meminta nomor handphone sang pilot.

”Saya minta nomor HP pilotnya saja biar saya telepon langsung,” tutur Yosa menirukan ucapan Samsul. [Sumber : JPNN]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner