Prime banner

WONOGIRI – “Mas, Minta tolong, dibantu mencarikan sepupu saya pergi ke Hong Kong sudah 8 tahun lamanya tidak pernah ada kabar beritanya. Namanya Setyowati.” Tutur Nunung Nurjanah kepada Apakabaronline.com  siang ini.

Menurut penuturan Nunung, Setyowati pergi ke Hong Kong sudah dua kali. Yang pertama antara tahun 2007-2008. Kemudian tahun 2008 pertengahan, Setyowati pulang ke rumah kedua orang tuanya di Desa WUlanga jaya Kecamatan Tirowo Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Saat pulang, Setyowati dalam kondisi hamil muda. Saat bayinya usai dilahirkan, tahun 2009 pertengahan, Setyowati kemballi pergi meninggalkan bayinya  kepada kedua orang tuanya. Saat itu Setyowati berpamitan kerja ke Hong Kong. Dan akhir tahun 2009, datanglah sepucuk surat, yang mengabarkan bahwa Setyowati telah berada di Hong Kong.

Sejak 8 tahun yang lalu, hingga hari ini, surat tersebut merupakan satu-satunya komunikasi yang dilakukan oleh Setyowati terhadap keluarganya. Pernah dua kali orrang tua Setyowati mengirim surat ke alamat seperti yang digunakan Setyowati berkirim surat, namun kedua-duanya kembali.

Bayi perempuan yang ditinggalkan Setyowati 8 tahun silam, kini telah mulai berakal. Bayi perempuan yang sekarang telah duduk di kelas 2 SD ini diberi nama Leni Susanti. Hampir setiap hari, Leni selalu menanyakan kapan ibu pulang, kapan bapak pulang, dimana ibu dan bapak kepada nenek dan kakeknya.

Sampai kini, tidak satupun keluarga Setyowati yang mengetahui siapa bapak biologis maupun bapak administratifnya Leni. Karena itulah, setiap Leni bertanya, keluarganya kebingungan mau menjawab bagaimana.

“Yang bikin hati saya teriris-iris itu, kalau mendengar Leni bertanya dimana ibuku, dimana bapakku ? Siapa bapakku ?. Kami bingung mau menjawab bagaimana” aku Nunung.

Keluarga di Sulawesi dan di Wonogiri berharap, Setyowati jika membaca berita ini harap segera pulang.

“Mbak Wati, tolong, apakah kamu sekarrang masih di Hong Kong atau di Makau seperti kabarr burung yang tak terima dari beberapa teman,  pulanglah mbak. Kasihan anakmu. Kasihan bude dan pakde. Pakde sekarang lumpuh terkena stroke. Kata keluarga, pakde terlalu mikir kamu mbak. Tolong mbak, pulanglah. Pinta Nunung melalui Apakabaronline.com. [Asa/Lahuri]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner