Prime banner

PURWAKARTA – Kisah inspiratif mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Sukamaju Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta yang sukses menjalankan bisnis secara online. Warga Kabupaten pimpinan Kang Dedi ini, melalui bisnisnya setiap hari omzet yang diperoleh membuatnya mampu mempekerjakan sepuluh pegawai.

Kisah inspiratif datang dari siapapun yang berusaha sepenuh hati, seperti yang dilakuikan oleh mantan PMI asal Purwakarta, Jawa Barat, Kokom (48). Kokom adalah mantan PMI yang sudah sepuluh tahun bekerja di negeri Brunei Darussalam sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Selama menjadi PRT di Brunei, tak banyak yang dipelajarinya selain mengikuti perintah majikannya. Hanya saja suatu waktu Kokom pernah diminta untuk membantu membuat kerjainan tangan milik majikannya. Tak ada pilihan lain, Kokom pun mengikuti perintah majikannya itu walaupun membuat kerajinan tangan bukan tugas utamanya.

Pasangan eks BMI HK dan Korea Merana, 500-an Juta Aset Usaha Mereka Kandas Terkena Amuk Masa

“Saya sering diminta bantu sama majikan bikin pernak-pernik begini. Itu sebenarnya di luar tugas saya sebagai PRT,” kata Kokom, Minggu (21/2/2016) di kampungnya Desa Sukamaju.

Selain mendapat ilmu membuat kerajinan tangan khas negeri Brunei Darussalam, Kokom juga mendapat ilmu marketing dari kepercayaan majikannya kepada pelanggan-pelanggan dari negara lain. Pelanggan dari Brunei, Singapura, Malaysia hingga Arab Saudi. Sesekali dalam benaknya terbersit untuk melakukan hal serupa di kampung halamannya di Purwakarta. Bermodal keyaninan dan keterampilan serta ilmu marketing dia optimis dapat menjalankan usahanya itu. Apalagi setelah pulang dari Brunei Kokom memiliki tabungan yang cukup untuk modal menjalankan usahanya itu.

“Saya punya tabungan Rp 15 juta sepulang dari sana. Saya pakai untuk modal membuat kerajinan tangan ini dan sampai sekarang lancar,” jelasnya.

Agar Pulang Menjadi BMI Tidak Kembali Lagi Menjadi BMI, Begini Caranya …

Mula-mula Kokom mengerjakannya sendiri, karena waktu itu tidak banyak yang tertarik. Dia tekun dengan usahanya bahkan sudah dapat menjual ke beberapa wilayah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri berbekal jaringan yang dia dapat dari majikannya. Hingga kini usahanya itu sudah berjalan enam tahun dan dia tidak harus lagi menjadi TKW karena usahanya itu. Pasalnya keuntungan yang dia dapat sudah cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

“Intinya keuntungan yang saya dapat tidak harus membuat saya jadi TKW lagi,” tutur Kokom. [Asa/naufal]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner